Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Klaim Sulit, Perlindungan Tertahan: Ombudsman Minta Sistem Jaminan Sosial Dibenahi

📅 Rabu, 07 Jan 2026, 16:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Klaim Sulit, Perlindungan Tertahan: Ombudsman Minta Sistem Jaminan Sosial Dibenahi Doc: ANTARA/Aria Ananda
Ket. Anggota Ombudsman RI Robert Na Endi Jaweng (kiri) dalam acara “Pengawasan atas Layanan Publik: Refleksi 2021–2025 dan Proyeksi 2026” di Jakarta, Rabu (7/1/2026).

JAKARTA – Ombudsman RI mendorong penguatan layanan klaim manfaat dan percepatan pembaruan data kepesertaan jaminan sosial sebagai langkah krusial meningkatkan efektivitas perlindungan sosial.

Akurasi data dan kemudahan klaim dinilai menjadi titik lemah yang kerap menghambat akses masyarakat terhadap haknya.

Dengan perbaikan tata kelola layanan, integrasi data, serta penyederhanaan prosedur, sistem jaminan sosial diharapkan lebih inklusif, responsif, dan mampu menjangkau kelompok rentan secara optimal.

“Yang paling dirasakan masyarakat itu ketika mengklaim atau mengakses manfaat,” kata Anggota Ombudsman RI Robert Na Endi Jaweng dalam acara “Pengawasan atas Layanan Publik: Refleksi 2021–2025 dan Proyeksi 2026” di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan paparan Ombudsman RI, sepanjang 2021–2025 terdapat sekitar 834 laporan pada klaster jaminan sosial dan 1.061 laporan pada klaster kesehatan.

Robert mengatakan persoalan layanan jaminan sosial tidak hanya muncul pada tahap klaim manfaat, tetapi juga pada aspek kepesertaan yang tidak aktif meskipun warga telah terdaftar.

“Terdaftar tetapi tidak terlindungi sama dengan tidak mendapatkan manfaat,” ujar dia.

Ia menyebut jumlah peserta jaminan sosial yang berstatus nonaktif masih besar, termasuk pada program BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat tidak dapat mengakses layanan saat membutuhkan.

Dalam data yang sama, Ombudsman RI mencatat hingga batas data 31 Desember 2025 masih terdapat 76 laporan layanan publik yang berproses, terdiri atas 61 laporan kepegawaian, tujuh laporan ketenagakerjaan, empat laporan kesehatan, dan empat laporan jaminan sosial.

Robert menilai penguatan validitas data kepesertaan menjadi kunci agar kebijakan perlindungan sosial berjalan efektif dan berkelanjutan.

Ia mendorong pemerintah pusat dan daerah meningkatkan transparansi data kepesertaan, termasuk dengan pembaruan berkala hingga ke tingkat desa.

“Data yang terbuka dan mutakhir akan memudahkan reaktivasi kepesertaan serta mencegah masyarakat kehilangan hak layanan,” ujar Robert.

Selain penyelesaian laporan individual, Ombudsman juga melakukan pendekatan sistemik untuk mendorong perbaikan tata kelola dan kebijakan layanan jaminan sosial.

Ke depan, Ombudsman RI akan terus mengawal peningkatan kualitas layanan jaminan sosial sebagai bagian dari pemenuhan hak dasar masyarakat, seiring penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...
Luar Negeri
Kebakaran Gudang Limbah Anc...
MILITER

Militer Korsel Nyaris Tembak Drone AS

46 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Militer Korsel Nyaris Temba...
Ekonomi
XL Dinobatkan Sebagai Best ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.