Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar Unpatti Ingatkan Bahaya Antibiotik Bebas, Dinkes Maluku Diminta Bertindak

📅 Selasa, 06 Jan 2026, 19:04 WIB | Oleh:
Pakar Unpatti Ingatkan Bahaya Antibiotik Bebas, Dinkes Maluku Diminta Bertindak Doc: Antara Foto
Ket. Guru Besar Bidang Mikrobiologi Universitas Pattimura Prof Joseph Pagaya.

Pakar mikrobiologi Universitas Pattimura Prof Joseph Pagaya mengusulkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku memperketat pengawasan terhadap penjualan antibiotik tanpa resep dokter guna mencegah meningkatnya kasus resistensi antibiotik di wilayah kepulauan tersebut.

“Penggunaan antibiotik tanpa indikasi dan tanpa pengawasan medis akan mempercepat terjadinya resistensi. Ini ancaman senyap yang bisa membuat infeksi sederhana menjadi sulit bahkan tidak bisa diobati,” kata Guru Besar Bidang Mikrobiologi Universitas Pattimura itu, di Ambon, Selasa.

Ia mengatakan praktik penggunaan antibiotik tanpa resep masih marak terjadi di Maluku dan menjadi salah satu faktor utama meningkatnya bakteri kebal obat yang berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat.

Data nasional, katanya, menunjukkan lebih dari 40 persen masyarakat Indonesia memperoleh antibiotik tanpa resep, sedangkan Maluku termasuk provinsi dengan angka di atas rata-rata nasional.

Kondisi geografis kepulauan, keterbatasan akses layanan kesehatan, serta lemahnya pengawasan distribusi obat, ujarnya, memperburuk situasi tersebut.

Menurut dia, antibiotik seharusnya hanya digunakan untuk infeksi bakteri dengan dosis dan durasi yang tepat.

Namun, katanya. di lapangan, masyarakat sering mengonsumsi antibiotik untuk penyakit virus, menghentikan obat sebelum waktunya, atau membelinya secara bebas di apotek dan kios obat.

“Setiap penggunaan antibiotik yang tidak rasional memberi tekanan pada bakteri untuk beradaptasi dan menjadi kebal. Dampaknya bukan hanya pada individu, tetapi pada sistem kesehatan secara keseluruhan,” ujarnya.

Dirinya menekankan pentingnya peran Dinas Kesehatan bersama BPOM dan organisasi profesi untuk melakukan pengawasan rutin terhadap apotek, toko obat, dan fasilitas pelayanan kesehatan agar tidak menjual antibiotik tanpa resep dokter.

Ia juga mendorong penguatan edukasi kepada masyarakat dan tenaga kesehatan mengenai bahaya resistensi antibiotik serta pentingnya penggunaan obat secara bijak dan bertanggung jawab.

“Pengendalian resistensi antibiotik harus menjadi agenda bersama. Pemerintah daerah, akademisi, tenaga kesehatan, dan masyarakat perlu bersinergi agar Maluku tidak masuk ke era pasca-antibiotik,” katanya.

Ia mengatakan pengendalian resistensi antibiotik di Maluku perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah kepulauan melalui penguatan surveilans, peningkatan kapasitas laboratorium mikrobiologi, serta penerapan pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

31 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.