Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Aktivitas Belajar Tak Terhenti, Siswa SMA Muhammadiyah Agam Gunakan Tenda Darurat

📅 Selasa, 06 Jan 2026, 19:25 WIB | Oleh:
Aktivitas Belajar Tak Terhenti, Siswa SMA Muhammadiyah Agam Gunakan Tenda Darurat Doc: Antara Foto
Ket. Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal sedang meninjau proses belajar mengajar 38 siswa SMA Muhammadiyah di tenda darurat dibangun pemerintah setempat di Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Selasa (6/1).

Sebanyak 39 siswa dan siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengikuti proses belajar mengajar di tenda darurat dampak bencana alam di daerah itu.

Kepala SMA Muhammadiyah Salareh Aia Puspa Nelfirah di Lubuk Basung, Selasa, mengatakan ke 39 siswa dan siswi belajar di tenda darurat yang dibangun di Kayu Pasak, Nagari Salerah Aia, Kecamatan Palembayan.

"Lokasi tenda darurat tempat proses belajar mengajar kondisi aman, karena jauh dari sungai," katanya.

Ia menambahkan proses belajar mengajar dialasi terpal dan tidak ada alat belajar satu pun.

Rencananya melakukan proses belajar mengajar untuk siswa 10, 11 dan 12 pada Rabu (8/1). Dengan keterbatasan itu, proses belajar mengajar tidak maksimal dan tergantung kondisi yang ada.

"Dua hari sebelum, proses belajar mengajar untuk membersihkan informasi penting kepada siswa," katanya.

Ia mengakui proses belajar mengajar di tenda dilakukan setelah bangun sekolah bertingkat dua hancur dan tidak tersisa satupun disapu banjir bandang, Kamis (27/11).

Termasuk mobiler dan peralatan lainnya yang hanyut banjir bandang tersebut.

"Enam ruangan belajar habis semuanya sehingga yang tersisa pondasi bangunan. Kami berharap bantuan untuk pembangunan sekolah di tanah wakaf dari masyarakat seluas dua hektare tidak jauh dari tenda darurat," katanya.

Sementara Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal menambahkan proses belajar mengajar bagi siswa yang sekolahnya rusak diadakan di tenda darurat, digabung ke sekolah terdekat dan lainnya.

Setidaknya ada 58 unit sekolah yang proses belajar mengajar terganggu dampak bencana banjir bandang, banjir dan tanah longsor.

"Paling banyak proses belajar mengajar digabung dengan sekolah terdekat. Apabila tidak ada sekolah terdekat atau seluruh bangunan habis, maka proses belajar mengajar diadakan di tenda darurat," katanya.

Ia menambahkan sekolah yang rusak telah didata dan diusulkan untuk pembangunan ke pemerintah pusat.

Setelah itu bekerja dengan Baznas RI maupun lembaga lainnya untuk pembangunan ruang belajar, agar siswa belajar dengan nyaman dan aman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.