Zverev Akui Masih Tertinggal dari Alcaraz dan Sinner
📅 Senin, 05 Jan 2026, 10:54 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
SYDNEY AUSTRALIA — Petenis peringkat tiga dunia Alexander Zverev mengakui dirinya masih memiliki “banyak pekerjaan rumah” untuk bisa menyaingi dominasi Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner di puncak tenis dunia. Pengakuan itu disampaikan Zverev, akhir pekan lalu di sela-sela keikutsertaannya pada ajang United Cup di Sydney.
Petenis Jerman berusia 28 tahun itu menutup musim 2025 dengan hanya satu gelar juara, yang diraih di Munich, setelah sepanjang tahun bergulat dengan masalah cedera. Meski demikian, Zverev tetap mampu finis di peringkat tiga dunia, tepat di belakang Alcaraz dan Sinner. Namun, jarak poinnya dengan dua pemain teratas tersebut terpaut lebih dari 6.000 angka.
“Tentu saja, peringkat satu dan dua sekarang cukup jauh di depan. Itu tidak terjadi pada akhir 2024, ketika saya finis sebagai nomor dua dunia (di belakang Sinner),” ujar Zverev.
“Saya merasa harus mengejar cukup banyak, tapi begitu juga dengan pemain lain di tur.”
Musim lalu, Zverev sempat mencapai final Australian Open, sebelum dikalahkan Sinner. Namun, performanya di tiga Grand Slam lainnya serta di ATP Finals jauh dari harapan. Kendati begitu, ia tetap menilai 2025 sebagai sebuah kemajuan, jika melihat kondisi yang ia hadapi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya punya banyak masalah fisik, cedera datang sepanjang musim. Jadi, bagi saya, finis di peringkat tiga dunia tetap sesuatu yang patut dibanggakan,” kata Zverev.
“Tentu saja, itu bukan musim yang saya inginkan. Gelar-gelar besar yang saya incar juga tidak datang.”
Tak hanya masalah fisik, Zverev juga mengungkapkan perjuangannya dengan kesehatan mental. Ia sempat mengambil jeda selama satu bulan setelah tersingkir di putaran pertama Wimbledon.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya liburan, menghabiskan waktu dengan teman-teman, lalu kembali berlatih. Saya mengubah suasana,” tuturnya.
“Kalah di putaran pertama Wimbledon, tentu saya tidak ingin itu terjadi, tapi dalam satu sisi justru membantu karena saya bisa memulai ulang. Itu menjadi titik balik.”
Zverev kini memimpin tim Jerman di ajang United Cup sebagai pembuka musim 2026, sebelum bertolak ke Melbourne Park untuk kembali mengejar gelar Grand Slam pertamanya, ambisi yang hingga kini masih belum terwujud.
Sebaliknya, Alcaraz dan Sinner memilih jalur persiapan berbeda. Keduanya hanya akan tampil dalam laga ekshibisi di Korea Selatan sebelum Australian Open, skenario yang menurut Zverev kurang cocok untuk dirinya.
“Beberapa pemain seperti Jannik dan Carlos mampu langsung tampil di Australian Open dan bermain hebat sejak awal,” ujar Zverev.
“Saya merasa diri saya lebih seperti mesin diesel. Saya perlu waktu untuk panas dulu, baru kemudian bisa bermain tenis terbaik. Karena itu, saya perlu turnamen pemanasan.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!