Senegal dan Mali Janjikan Laga Sengit
📅 Senin, 05 Jan 2026, 07:06 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: Abdel Majid BZIOUAT / AFP
CASABLANCA, MAROKO — Senegal memastikan langkah ke perempat final Piala Afrika (AFCON) setelah bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan Sudan 3-1. Sedangkan Mali melengkapi daftar delapan besar usai menyingkirkan Tunisia lewat drama adu penalti, Minggu (4/1) dini hari WIB.
Juara Afrika 2022, Senegal, tampil sesuai dengan status unggulan meski sempat dikejutkan gol cepat Sudan. Bermain di Tangier, tim berjuluk Singa Teranga tertinggal lebih dulu ketika Aamir Abdallah, pemain semi-profesional yang merumput di kasta kedua Australia, melepaskan sepakan melengkung indah di awal laga. Gol itu sempat membuka peluang kejutan besar, mengingat Sudan berada hampir 100 peringkat di bawah Senegal dalam ranking FIFA.
Namun kualitas Senegal berbicara. Pape Gueye menjadi aktor utama kebangkitan dengan mencetak dua gol sebelum turun minum. Umpan Sadio Mane diselesaikan Gueye untuk menyamakan kedudukan menjelang setengah jam pertandingan. Kemudian,gelandang Villarreal itu kembali mencatatkan namanya di papan skor pada masa tambahan babak pertama untuk membawa Senegal berbalik unggul 2-1.
Di kuarter terakhir laga, pelatih Pape Thiaw memasukkan Ibrahim Mbaye. Keputusan itu berbuah manis. Penyerang remaja Paris Saint-Germain tersebut memastikan kemenangan pada menit ke-77 lewat penyelesaian di tiang dekat, menaklukkan kiper Monged Abuzaid dan mengunci skor 3-1. “Kami sudah menunjukkan di fase grup bahwa tim ini mampu bangkit dari ketertinggalan. Malam ini kami melakukannya lagi. Ini menunjukkan kuatnya semangat di dalam tim,” ujar Gueye.
Senegal selanjutnya akan tetap di Tangier untuk menghadapi tetangga sesama tim dari Afrika Barat, Mali, di perempat final Jumat depan. Mali melaju dengan cara dramatis setelah menang adu penalti 3-2 atas Tunisia, menyusul hasil imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu di Stadion Mohammed V, Casablanca.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mali bermain dengan 10 orang sejak menit ke-26 setelah bek Woyo Coulibaly dikartu merah akibat pelanggaran keras terhadap Hannibal Mejbri. Tunisia sempat mengira tiket perempat final sudah di tangan ketika Firas Chaouat mencetak gol pada menit ke-88. Namun penalti Lassine Sinayoko pada menit ke-96, akibat handball, memaksa laga berlanjut.
Di babak adu penalti, kiper Djigui Diarra menjadi penentu dengan dua penyelamatan krusial. El Bilal Toure akhirnya mengeksekusi penalti penentu yang mengantar Mali ke delapan besar. “Bagi saya, para pemain sudah menjadi pahlawan bahkan sebelum pertandingan. Bermain lama dengan 10 orang dan tetap bertahan menunjukkan karakter mereka,” ujar pelatih Mali, Tom Saintfiet. ben/AFP/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!