Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Rupiah Tertekan, Ketidakpastian Suku Bunga The Fed Jadi Biang Kerok

28 Senin, 05 Jan 2026, 16:38 WIB | Oleh:
Rupiah Tertekan, Ketidakpastian Suku Bunga The Fed Jadi Biang Kerok Rupiah Tertekan, Ketidakpastian Suku Bunga The Fed Jadi Biang Kerok Doc: ANTARA/Dhemas Reviy
Ket. Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta, Senin (15/9). Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Senin (15/9) di Jakarta melemah sebesar 33,50 poin atau 0,20 persen menjadi Rp16.408 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.375 per dolar AS.

JAKARTA - Nilai tukar rupiah melemah pada penutupan perdagangan awal pekan di Jakarta, Senin, seiring ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Fed serta meningkatnya risiko geopolitik global.

Nilai tukar rupiah bergerak melemah 15 poin atau 0,09 persen menjadi Rp16.740 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.725 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan kurs rupiah seiring ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Fed pada tahun ini.

“Mengacu pada risalah rapat The Fed per Desember, ada perpecahan pendapat anggota The Fed terkait prospek penurunan bunga antara yang berkeinginan untuk penguatan pasar tenaga kerja dan yang ingin pencapaian target inflasi 2 persen yang masing-masing saling berlawanan,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Mengutip Xinhua, sebagian pendapat anggota The Fed menyampaikan bahwa pelonggaran kebijakan suku bunga tepat diputuskan sebagai respons terhadap risiko penurunan lapangan kerja.

Sebagai lainnya menunjukkan risiko inflasi yang lebih tinggi, sehingga disarankan tak melakukan penurunan suku bunga lebih lanjut.

Data terbaru CME FedWatch Tool menunjukkan Federal Reserve diperkirakan memiliki probabilitas 85,1 persen untuk mempertahankan suku bunga tak berubah pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Januari 2026.

Pelemahan rupiah juga dipengaruhi risiko geopolitik terkait invasi AS terhadap Venezuela.

“Perseteruan AS dengan Venezuela berdampak pada penjualan SBN (Surat Berharga Negara), terutama oleh pelaku pasar asing, dan peningkatan yield seiring pengalihan pada aset yang aman seperti emas dan dolar AS,” ungkap Rully.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp16.748 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.725 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Inggris Berencana Hidupkan ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.