Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rupiah Hari Ini Berakhir Melemah 38 Poin, Pasar Masih Cermati Arah Global

📅 Jumat, 02 Jan 2026, 19:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Berakhir Melemah 38 Poin, Pasar Masih Cermati Arah Global Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto.
Ket. Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarindo, Melawai, Jakarta.

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam perdagangan akhir pekan ini ditutup melemah 38 poin ke level Rp16.725 per dolar AS.

Pergerakan ini tak lepas dari kombinasi sentimen global dan tensi geopolitik yang masih penuh ketidakpastian, sehingga mendorong pelaku pasar bersikap lebih hati-hati.

Di tengah kondisi tersebut, mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, ikut tertekan oleh arus modal yang cenderung mencari aset aman.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (2/1) sore ditutup melemah 38 poin atau 0,23 persen ke level Rp16.725 per dolar AS.

Analis mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Jumat (2/1), mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan geopolitik yang masih sarat ketidakpastian.

Dari sisi kebijakan moneter, pasar masih mencermati risalah Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Desember yang dirilis pekan ini. Risalah tersebut menunjukkan pandangan pejabat bank sentral AS alias Federal Reserve (The Fed) yang terbelah terkait arah suku bunga ke depan.

Sebagian pejabat menilai suku bunga sebaiknya ditahan setelah tiga kali pemangkasan sepanjang tahun lalu, sementara lainnya membuka peluang penurunan lanjutan apabila inflasi terus melandai.

"Namun, beberapa pembuat kebijakan menilai bahwa kemungkinan akan tepat untuk mempertahankan penurunan suku bunga lebih lanjut jika inflasi menurun dari waktu ke waktu," kata dia.

Tekanan eksternal juga datang dari meningkatnya ketegangan geopolitik.

Konflik Rusia dan Ukraina kembali memanas setelah kedua pihak saling menuduh melakukan serangan terhadap warga sipil pada Hari Tahun Baru.

Situasi ini terjadi di tengah upaya diplomasi intensif yang dipimpin Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun.

Di sisi lain, AS juga meningkatkan tekanan terhadap Venezuela dengan menjatuhkan sanksi kepada empat perusahaan dan kapal tanker minyak yang dikaitkan dengan sektor energi negara tersebut.

Langkah ini turut menambah kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.

Ketegangan di Timur Tengah pun kembali meningkat. Serangan udara Arab Saudi di Yaman serta pernyataan Iran mengenai “perang skala penuh” dengan AS, Eropa, dan Israel memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik kawasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.