Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kapal Pesiar Mewah Ovation Of The Seas Bersandar di Pelabuhan Gili Mas, Pelaku Wisata NTB Panen Cuan

📅 Jumat, 02 Jan 2026, 21:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kapal Pesiar Mewah Ovation Of The Seas Bersandar di Pelabuhan Gili Mas, Pelaku Wisata NTB Panen Cuan Doc: ANTARA/ Nur Imansyah.
Ket. Sejumlah wisatawan Kapal Pesiar Ovation Of The Seas berbelanja produk UMKM di areal Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat, NTB, Jumat (2/1/2026).

LOMBOK BARAT – Kedatangan kapal pesiar mewah Ovation of The Seas di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, Jumat (2/1), membawa berkah tersendiri bagi pelaku wisata lokal.

Sebanyak 4.684 wisatawan mancanegara turun dan menyebar ke berbagai destinasi, menghidupkan aktivitas biro perjalanan, pemandu wisata, hingga lapak-lapak UMKM.

Sejak pagi, suasana pelabuhan hingga titik-titik wisata tampak lebih sibuk dari biasanya. Pemandu wisata hilir mudik membawa rombongan turis, kendaraan pariwisata keluar masuk, sementara pelaku UMKM merasakan dagangan mereka lebih cepat habis.

Singgahnya kapal pesiar ini tak sekadar menghadirkan wisatawan, tetapi juga mengalirkan rezeki dan harapan baru bagi roda ekonomi pariwisata Lombok.

Ketua Pemandu Lokal Gili Mas, Firman di Lombok Barat, Jumat, mengaku bersyukur kehadiran kapal pesiar mewah Ovation Of The Seas membawa berkah bagi para pelaku wisata setempat.

"Alhamdulillah, kami bersyukur karena secara ekonomi membantu sekali. Terutama masyarakat lokal seperti gaet, sopir travel (biro perjalanan) dan pelaku UMKM berdampak positif," ujarnya.

Menurut dia, kehadiran wisatawan kapal pesiar di awal tahun 2026, seperti ini disambut antusias pelaku wisata lokal, bahkan pihaknya berharap kehadiran kapal pesiar bisa sepanjang tahun.

"Kalau bisa (kapal pesiar) ini sepanjang tahun seperti di Bali dan tempat-tempat lainnya," kata Firman.

Secara kemampuan bahasa, kata Firman, rata-rata seluruh gaet lokal sudah menguasai bahasa Inggris dan beberapa bahasa lainnya, seperti Prancis, Jerman, Rusia dan Arab.

"Secara umum 100 persen sudah menguasai bahasa Inggris," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi UMKM Kembang Gili Mas, Khaerun, juga bersyukur dan mengapresiasi serta berterima kasih kepada PT Pelabuhan Indonesia serta pemerintah yang telah mendatangkan kapal pesiar mengunjungi Lombok.

"Kami bersyukur ya, mungkin kalau nggak ada kapal pesiar kita kesulitan juga," ujarnya.

Secara pendapatan, diakuinya, para pelaku UMKM yang jumlahnya sebanyak 19 banyak mendapatkan "ketiban" rejeki dari wisatawan yang turun di sekitar areal Pelabuhan Gili Mas. Untuk satu helai pakaian/kain pihaknya menjual di kisaran Rp150 ribu.

"Kalau pendapatan, alhamdulillah lumayan. Ada yang dapat untung Rp2 juta, Rp3 juta. Kedatangan kapal-kapal seperti ini kita harapkan sekali," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
Indonesia Raih Emas Pertama...
Megapolitan
Doa Bersama untuk Korban Ke...
Daerah
Pemulihan Psikososial Bantu...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.