Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NTB Targetkan Rekonstruksi Dusun Adat Sade Pascakebakaran Tuntas Akhir Desember 2026

📅 Minggu, 18 Okt 2026, 13:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
NTB Targetkan Rekonstruksi Dusun Adat Sade Pascakebakaran Tuntas Akhir Desember 2026 Doc: Antara
Ket. Rehabilitasi dan rekonstruksi Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pasca-kebakaran pada 22 Agustus ditargetkan tuntas sebelum akhir tahun 2026.

Mataram - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan rehabilitasi dan rekonstruksi Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pasca-kebakaran pada 22 Agustus 2026 tuntas sebelum akhir tahun ini.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB Lalu Mohamad Faozal mengatakan pemerintah berharap seluruh pekerjaan yang direncanakan dapat dituntaskan pada akhir Desember 2026 melalui kerja bersama pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

"Pemulihan Sade bukan semata-mata membangun kembali bangunan yang terbakar. Kita ingin kehidupan masyarakat kembali pulih, aktivitas ekonomi bergerak, dan warisan budaya tetap terjaga. Karena itu seluruh dukungan harus dikelola secara terpadu agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujar Faozal di Mataram, Minggu (18/10).

Sejak kebakaran terjadi, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri bergerak mengoordinasikan penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak. Upaya tersebut kemudian berlanjut pada tahap rekonstruksi dengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah pusat, tokoh adat, dan masyarakat setempat.

Pembangunan kembali secara resmi dimulai pada 3 September 2026 melalui Tradisi Nyemulak, yang ditandai dengan pemasangan tiang pertama rumah adat dan Masjid Sade.

Prosesi tersebut dilaksanakan berdasarkan musyawarah warga Dusun Sade dan dihadiri Gubernur NTB serta Bupati Lombok Tengah. Tradisi ini menjadi penanda dimulainya upaya membangun kembali kawasan adat dengan tetap menghormati nilai, tata cara, dan identitas budaya masyarakat setempat.

Untuk memperkuat koordinasi Pemprov NTB membentuk Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Dusun Adat Sade melalui Keputusan Gubernur NTB Nomor 100.3.3.1-400 Tahun 2026 tanggal 26 Agustus 2026. Satgas mengoordinasikan kebutuhan pembangunan, penataan kawasan, pemulihan sosial dan ekonomi, pelestarian budaya, serta pengelolaan bantuan agar pelaksanaannya terarah dan saling melengkapi.

"Berdasarkan pembaruan lapangan per 15 Oktober 2026, sekitar 45 rumah adat telah mulai dibangun secara bertahap melalui gotong royong masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Pembangunan fasilitas bersama juga menjadi bagian dari perkembangan rekonstruksi, termasuk masjid dan museum. Namun, pekerjaan masih berlangsung dan kebutuhan lanjutan tetap perlu dipetakan sesuai kondisi setiap bangunan dan keluarga terdampak," kata Faozal.

Dukungan pemerintah pusat turut memperkuat proses tersebut. Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) memberikan perhatian terhadap rekonstruksi rumah adat dan penataan kawasan, sedangkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung pemulihan penghidupan masyarakat melalui bantuan peralatan usaha bagi pelaku UMKM, perajin tenun, dan perajin non-tenun.

Di tingkat daerah, Pemprov NTB bersinergi dengan Pemkab Lombok Tengah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh adat, dan warga. ITDC juga mengoordinasikan dukungan BUMN dan ekosistem Mandalika.

Sejumlah perusahaan, lembaga, komunitas, perguruan tinggi, dan donatur turut berkontribusi melalui dukungan pembangunan, peralatan rekonstruksi, bantuan sosial, serta pemulihan kegiatan ekonomi masyarakat.

Faozal menegaskan percepatan pembangunan harus berjalan seiring dengan penyediaan infrastruktur pendukung, seperti air bersih, sanitasi, pengelolaan lingkungan, dan pencegahan kebakaran.

Seluruh proses juga perlu menjaga karakter arsitektur rumah adat serta memperhatikan keselamatan penghuni. Verifikasi kebutuhan dan perkembangan pekerjaan menjadi penting agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

"Semangat gotong royong yang tumbuh di Sade adalah modal besar untuk bangkit. Pemerintah bersama seluruh mitra akan terus memperkuat koordinasi dan mengawal kebutuhan rekonstruksi. Harapan kita pada akhir Desember 2026 seluruh pekerjaan yang direncanakan dapat dituntaskan sehingga masyarakat kembali menjalani kehidupan dengan aman, kegiatan ekonomi pulih, dan identitas budaya Sade tetap lestari," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Luar Negeri
Apple, Louis Vuitton, Herme...
Daerah
Kasus Sabu di Karawana, Pol...
Megapolitan
Wali Kota dan Wakil Wali Ko...
Advertisement
Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah. Prancis di Ambang Kehancuran?

Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah. Prancis di Ambang Kehancuran?

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.