2026 Jadi Momentum, Pasar Modal RI Serius Garap Integritas dan Ekonomi Hijau

Jumat, 02 Jan 2026, 18:55 WIB

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melihat peluang besar bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk terus menguat hingga level 10.000 pada 2026. Menurutnya, suasana pasar saat ini cukup positif, ditopang oleh kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek ekonomi nasional ke depan.

Ia menyebut, jika perekonomian Indonesia mampu tumbuh sekitar 6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada 2026, maka penguatan IHSG ke level tersebut bukan hal yang muluk. Dengan berbagai sentimen yang terus menguat, pasar modal dinilai punya ruang untuk bergerak lebih kencang.

Ket. Foto: Ilustrasi - Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). — Sumber: Antara.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar memastikan komitmennya untuk terus menjaga sinergitas dan kolaborasi di antara seluruh pemangku kepentingan di pasar modal Indonesia.

“Sinergi dan kolaborasi Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KSSK) tentu menjadi prioritas utama dalam menjaga stabilitas dan meningkatkan peran sektor keuangan mendorong pertumbuhan perekonomian nasional,” ujar Mahendra dalam Seremoni Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (2/1).

Ia melanjutkan, OJK akan mendorong peningkatan perlindungan investor minoritas dan retail melalui penegakan aspek perilaku atau market conduct termasuk penguatan pengawasan perilaku influencer keuangan (finfluencer).

OJK saat ini tengah menyiapkan aturan baru bagi finfluencer, yang dalam tahap finalisasi dan ditargetkan terbit pada pertengahan 2026, dengan penekanan pada kapabilitas, transparansi, serta kepatuhan perizinan untuk mendukung literasi investasi yang bertanggung jawab.

Menurut Mahendra, masih terdapat ruang lebar untuk memperbesar pasar modal Indonesia, seiring dengan kontribusi pasar saham Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang masih di bawah negara-negara kawasan.

Kontribusi pasar saham Indonesia terhadap PDB tercatat sebesar 72 persen, atau berada di bawah negara kawasan seperti India sebesar 140 persen, Thailand sebesar 101 persen sebesar, serta Malaysia sebesar 97 persen.

Selain itu, pihaknya menyoroti kinerja indeks LQ45 yang hanya tumbuh 2,41 persen year to date (ytd) atau masih jauh di bawah IHSG yang tumbuh 22,13 persen secara (ytd) per akhir tahun 2025.

“Indeks LQ45 yang berisi saham-saham perusahaan besar dan menjadi rujukan investasi Fund Manager global maupun domestik hanya tumbuh 2,41 persen, jauh di bawah kenaikan IHSG,” ujar Mahendra.

Pada akhir tahun 2025, IHSG ditutup berada pada level 8.646,94 poin atau menguat 22,13 persen secara (ytd) dan mencatatkan 24 kali All Time High (ATH) sepanjang tahun 2025.

Dari sisi penghimpunan dana, hingga 31 Desember 2025, tercatat sebanyak 215 penawaran umum dengan total nilai Rp275 triliun, termasuk 18 emiten baru dengan nilai IPO sebesar Rp14,41 triliun.

Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) juga meningkat menjadi Rp18,1 triliun, dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp12,9 triliun, seiring pertumbuhan Single Investor Identification (SID) yang mencapai 20,2 juta SID atau meningkat 36 persen secara (ytd), dengan dominasi investor berusia di bawah 40 tahun.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Desentralisasi Hanya Berjalan Secara Administratif Tapi Lemah Secara Fiskal

Hati-hati, Pemerintah Jangan Terjebak Beban Cicilan Utang yang Beratkan APBN

Nyaris Tersingkir! Bimo/Arlya Selamatkan 4 Match Point Sebelum Buat Keajaiban di BWF World Championships 2026!

Pembangunan Jakarta Harus Perkuat Identitas

Timnas Putri U16 Lolos Semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026 Usai Tekuk Hongkong 1-0

Flores Diguncang 2.403 Gempa Susulan, BMKG Ingatkan Warga Waspada

Xi: Warisan Jiang Zemin jadi Arah Perjalanan Baru Tiongkok yang Berkesinambungan

Flores Belum Aman! Ribuan Gempa Susulan Masih Beruntun Guncang NTT Usai Gempa M 7,7!

Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri

DPR Dorong Relokasi Anggaran untuk Tangani Dampak Gempa NTT

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ganggu Kesepakatan AS-Iran

Singapura dan Hong Kong Perkuat Ambisi Jadi Pusat Perdagangan Emas

Infantino Kehilangan Orang Kepercayaan Saat Tekanan di FIFA Meningkat

Serena dan Venus Williams Kembali Bertanding di Nomor Ganda, Kalah Dramatis di Cincinnati Open

Tiga Gunung Api Erupsi Malam Ini, Masyarakat Diminta Waspada

Perseteruan di Federasi Sepak Bola Asia Makin Panas, Presiden AFC Kecam Qatar

Unggulan Tumbang, Peluang Jonatan dan Alwi di Kejuaraan Dunia BWF 2026 Makin Terbuka

Liga Inggris Akan Publikasikan Evaluasi Independen Keputusan Wasit dan VAR Setiap Pekan

Mendekati Horor, The X-Files: I Want to Believe Dirilis Ulang dalam Director’s Cut R-Rated, Lebih Gelap dari Versi 2008

Desa-desa Hantu di Irak: ISIS Mengusir Warga, Kini Musuh Baru Mencegah Penduduk Pulang Kembali

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.