Foto: BEI Luncurkan ETF Emas, Perluas Akses Investasi di Pasar Modal Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (ketiga kiri), Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (kiri), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi (kedua kir), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Hasan Fawzi (ketiga kanan), dan Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir (kedua kanan) dan Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik (kanan) saat perayaan HUT pasar modal dan peluncuran Exchange Traded Fund (ETF) Emas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/8).PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan instrumen investasi exchange traded fund (ETF) emas bertepatan dengan perayaan HUT ke-49 Pasar Modal. Kehadiran instrumen ini menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan investasi sekaligus memperdalam pasar keuangan Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan paparan saat acara peluncuran Exchange Traded Fund (ETF) Emas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/8).PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan instrumen investasi exchange traded fund (ETF) emas bertepatan dengan perayaan HUT ke-49 Pasar Modal. Kehadiran instrumen ini menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan investasi sekaligus memperdalam pasar keuangan Indonesia. Sedikitnya lima Manajer Investasi (MI) turut berpartisipasi dalam peluncuran ETF emas tersebut, yakni PT Trimegah Asset Management, PT BRI Manajemen Investasi, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT Syailendra Capital, dan PT Indo Premier Investment Management. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan peluncuran ETF emas di Indonesia sekaligus menandai perluasan pasar bullion nasional. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pendalaman pasar yang terintegrasi. Kehadiran ETF emas juga dinilai dapat membuka akses investasi yang lebih inklusif bagi masyarakat melalui pasar modal. Instrumen tersebut diharapkan dapat memperkaya pilihan investasi sekaligus mendukung pengembangan ekosistem pasar keuangan dan bullion di Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi memberikan paparan saat acara peluncuran Exchange Traded Fund (ETF) Emas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/8).PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan instrumen investasi exchange traded fund (ETF) emas bertepatan dengan perayaan HUT ke-49 Pasar Modal. Kehadiran instrumen ini menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan investasi sekaligus memperdalam pasar keuangan Indonesia. Sedikitnya lima Manajer Investasi (MI) turut berpartisipasi dalam peluncuran ETF emas tersebut, yakni PT Trimegah Asset Management, PT BRI Manajemen Investasi, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT Syailendra Capital, dan PT Indo Premier Investment Management. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan peluncuran ETF emas di Indonesia sekaligus menandai perluasan pasar bullion nasional. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pendalaman pasar yang terintegrasi. Kehadiran ETF emas juga dinilai dapat membuka akses investasi yang lebih inklusif bagi masyarakat melalui pasar modal. Instrumen tersebut diharapkan dapat memperkaya pilihan investasi sekaligus mendukung pengembangan ekosistem pasar keuangan dan bullion di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri), Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (kanan), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi (tengah), Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Hasan Fawzi (kedua kanan) saat perayaan HUT pasar modal dan peluncuran Exchange Traded Fund (ETF) Emas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/8).PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan instrumen investasi exchange traded fund (ETF) emas bertepatan dengan perayaan HUT ke-49 Pasar Modal. Kehadiran instrumen ini menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan investasi sekaligus memperdalam pasar keuangan Indonesia.
Pengunjung saat menghadiri pembukaan perdagangan instrumen investasi exchange traded fund (ETF) emas bertepatan dengan perayaan HUT ke-49 Pasar Modal di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/8).PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan instrumen investasi exchange traded fund (ETF) emas bertepatan dengan perayaan HUT ke-49 Pasar Modal. Kehadiran instrumen ini menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan investasi sekaligus memperdalam pasar keuangan Indonesia. Sedikitnya lima Manajer Investasi (MI) turut berpartisipasi dalam peluncuran ETF emas tersebut, yakni PT Trimegah Asset Management, PT BRI Manajemen Investasi, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT Syailendra Capital, dan PT Indo Premier Investment Management. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan peluncuran ETF emas di Indonesia sekaligus menandai perluasan pasar bullion nasional. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pendalaman pasar yang terintegrasi. Kehadiran ETF emas juga dinilai dapat membuka akses investasi yang lebih inklusif bagi masyarakat melalui pasar modal. Instrumen tersebut diharapkan dapat memperkaya pilihan investasi sekaligus mendukung pengembangan ekosistem pasar keuangan dan bullion di Indonesia.
Pengunjung saat menghadiri perdagangan instrumen investasi exchange traded fund (ETF) emas bertepatan dengan perayaan HUT ke-49 Pasar Modal di gedung bursa efek indonesia, jakarta, senin (10/8).PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan instrumen investasi exchange traded fund (ETF) emas bertepatan dengan perayaan HUT ke-49 Pasar Modal. Kehadiran instrumen ini menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan investasi sekaligus memperdalam pasar keuangan Indonesia. Sedikitnya lima Manajer Investasi (MI) turut berpartisipasi dalam peluncuran ETF emas tersebut, yakni PT Trimegah Asset Management, PT BRI Manajemen Investasi, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT Syailendra Capital, dan PT Indo Premier Investment Management. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan peluncuran ETF emas di Indonesia sekaligus menandai perluasan pasar bullion nasional. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pendalaman pasar yang terintegrasi. Kehadiran ETF emas juga dinilai dapat membuka akses investasi yang lebih inklusif bagi masyarakat melalui pasar modal. Instrumen tersebut diharapkan dapat memperkaya pilihan investasi sekaligus mendukung pengembangan ekosistem pasar keuangan dan bullion di Indonesia.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.