Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ternyata Ada Loh Negara yang Tak Rayakan Tahun Baru pada 1 Januari, Mana Saja Sih?

📅 Kamis, 01 Jan 2026, 11:50 WIB | Oleh:
Ternyata Ada Loh Negara yang Tak Rayakan Tahun Baru pada 1 Januari, Mana Saja Sih? Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Ket. Pengunjung berjalan di kawasan di Taman Ditan saat hari pertama Temple Fair dalam perayaan tahun baru Imlek 2576 di Distrik Dongcheng, Beijing, Tiongkok, Rabu (29/1).

JAKARTA - Tahun baru biasanya dirayakan dengan gemerlap kembang api, keriuhan suara terompet sampai dengan menyajikan berbagai hidangan enak untuk dinikmati bersama yang terkasih.

1 Januari pun seharusnya menjadi hari di mana banyak orang memulai hari dengan resolusi baru yang telah disusun sebelumnya. Namun nyatanya, tidak semua negara merayakan tahun baru.

Biasanya hal ini dipengaruhi oleh kepercayaan atau aturan yang dipatuhi warganya untuk tidak merayakan hari besar tersebut.

Mengutip Go2Tutors pada Kamis (1/1), berikut sejumlah negara yang tidak merayakan tahun baru pada 1 Januari:

Tiongkok

Masyarakat Tiongkok yang berusia muda memang berkumpul di distrik perbelanjaan untuk menonton kembang api atau menghadiri pesta, namun secara umum, mereka lebih menunggu Tahun Baru Imlek atau yang dikenal sebagai Festival Musim Semi.

Ratusan juta orang pulang kampung untuk berkumpul kembali dengan keluarga mereka. Perayaan berlangsung selama lima belas hari, diakhiri dengan Festival Lentera.

Dekorasi merah menghiasi segalanya dan petasan meledak di malam hari untuk mengusir roh jahat.

Sebaiknya Anda baca juga:

Saat itulah keluarga Tionghoa memberikan amplop merah, berbagi jamuan makan yang mewah, dan benar-benar menandai peralihan dari satu tahun ke tahun berikutnya.

Vietnam

Warga Vietnam lebih menantikan Hari Raya Tết yang bertepatan dengan Imlek. Mereka akan melakukan persiapan yang biasanya memakan waktu selama berminggu-minggu.

Setiap orang akan membeli pakaian baru dan membersihkan rumah untuk mengusir nasib buruk. Nantinya, rumah akan dipenuhi dekorasi seperti bunga persik dan pohon kumquat.

Perayaan berlangsung selama beberapa hari, dengan hidangan mewah, pemujaan leluhur, dan anak-anak menerima amplop merah berisi uang.

Ethiopia

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Rona
Dari yang Paling Horor Hing...
Ekonomi
Produk UMKM Lebak Makin Lar...
Rona
12 Film Horor dengan Pengga...
Megapolitan
Cuaca Jakarta Hari Minggu I...
Olahraga
Inter Milan Pesta Gol! Monz...

‘It Ends’: Backrooms Perjalanan di Pedalaman

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
‘It Ends’: Backrooms Pe...
Olahraga
Hasil Mengejutkan! Tottenha...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.