Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penyaluran Pupuk Subsidi di Sulawesi Selatan Telah Lampaui Realisasi Tahun 2024

📅 Selasa, 30 Des 2025, 08:12 WIB | Oleh:
Penyaluran Pupuk Subsidi di Sulawesi Selatan Telah Lampaui Realisasi Tahun 2024 Doc: antara foto
Ket. Senior Manager Pupuk Indonesia Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulamapua) Sukodim di Makassar, Sulsel, Selasa (30/12).

MAKASSAR - PT Pupuk Indonesia (Persero) merilis penyaluran pupuk subsidi di Provinsi Sulawesi Selatan hingga 22 Desember 2025 mencapai 663.327 ton atau telah melampaui realisasi tahun sebelumnya.

"Angka ini telah melampaui realisasi penyaluran di 2024 yang sebesar 642.000 ton, meningkat 21.000 ton atau 3 persen," ujar Senior Manager Pupuk Indonesia Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulamapua) Sukodim di Makassar, Sulsel, Selasa (30/12).

Sementara, alokasi untuk Sulsel tahun ini yang telah ditentukan Kementerian Pertanian sebesar 846.721 ton.

Dengan demikian, realisasi penyaluran pupuk subsidi di Sulsel masih di angka 78 persen.

"Kita optimistis hingga akhir Desember pertumbuhan realisasi penyaluran pupuk di Sulawesi Selatan dapat mencapai minimal 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya.

Sukodim menjelaskan dari sisi komposisi jenis pupuk, realisasi penyaluran pupuk urea di Sulawesi Selatan telah mencapai sekitar 80 persen, sementara pupuk NPK dan NPK Ponska masing-masing 88 persen.

Dengan capaian tersebut, Pupuk Indonesia optimistis realisasi penyaluran pupuk NPK dapat menembus 90 persen.

Adapun realisasi pupuk yang masih relatif rendah, kata Sukodim, terdapat pada pupuk organik dan NPK kakao.

Realisasi NPK kakao di Sulawesi Selatan tercatat sekitar 64 persen dari total alokasi.

"Kondisi ini dipengaruhi oleh karakteristik tanaman perkebunan kakao, di mana dampak keterlambatan pemupukan tidak langsung terlihat, serta adanya alih fungsi lahan dan tanaman kakao yang belum diremajakan," urai Sukodim.

Meski demikian, secara regional di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua, realisasi penyaluran NPK kakao mengalami peningkatan signifikan, dari 35.000 ton di 2024 menjadi 50.944 ton pada tahun ini, atau meningkat 16.000 ton.

Sukodim juga menyebut Pupuk Indonesia terus menjalankan perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui penyediaan pupuk subsidi sesuai prinsip tujuh tepat.

Ke-7 prinsip tujuh tersebut meliputi tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga sesuai harga eceran tertinggi (HET), tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu sesuai standar SNI, serta tepat sasaran kepada petani yang berhak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

42 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Tren Mendaki "Tek Tok" Makan Korban, Malaysia Larang Jalur Berisiko

48 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Tren Mendaki "Tek Tok" Maka...
Luar Negeri
Kenapa Ada Kebijakan Baru I...
Olahraga
Ini Klasemen Grup A Piala A...
Luar Negeri
Semoga Tidak Ada Korban Jiw...
Ekonomi
Diversifikasi Ekspor Jadi K...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.