Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kilang Pertamina Internasional dan Polytama Perkuat Sinergi Hulu Hilir Petrokimia Berbasis Ekonomi Hijau

📅 Selasa, 30 Des 2025, 16:27 WIB | Oleh:

Menanggapi diperbaruinya kerjasama antara KPI dan Polytama, Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman mengatakan, kolaborasi ini bukan sekadar hubungan bisnis, melainkan pilar strategis dalam membangun industri petrokimia nasional yang mandiri dan berdaya saing.  Sinergi ini memperkuat keamanan dan efisiensi rantai pasok melalui pasokan Propylene dari Kilang Balongan yang didukung kedekatan geografis serta potensi pengembangan dari kilang lain seperti Cilacap dan Balikpapan, sehingga menjamin keberlanjutan operasional Polytama.

Selain itu, kerja sama antara dua entitas itu diyakini akan memberikan dampak yang lebih besar. Menurut Taufik, industri petrokimia kini telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Dalam konteks ini, kerja sama antara KPI dan Polytama turut memberikan multiplier effect, mulai dari penguatan industri manufaktur, penghematan devisa melalui substitusi impor, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi daerah khususnya Jawa Barat.

Tak hanya itu, lanjut Taufik, kerja sama ini juga menegaskan komitmen KPI terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). “Inovasi produk Polytama melalui merek Masplene, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, serta capaian PROPER EMAS yang konsisten, menunjukkan bahwa industri petrokimia Indonesia mampu tumbuh secara kompetitif sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan,” tutur Taufik.

KPI juga terus mendorong inovasi berkelanjutan, termasuk pengembangan produk bernilai tambah tinggi, efisiensi energi, dan dukungan terhadap transisi menuju industri hijau nasional. Kolaborasi ini diharapkan menjadi platform strategis untuk mempercepat transformasi sektor energi dan petrokimia Indonesia menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

“Ke depan, kami memandang kolaborasi KPI dan Polytama sebagai platform untuk inovasi berkelanjutan, termasuk pengembangan produk bernilai tambah tinggi, efisiensi energi, dan dukungan terhadap transisi industri hijau nasional,” pungkas Taufik.

Penandatanganan pembaruan perjanjian ini dilaksanakan di Jakarta pada Senin (29/12) dan dihadiri oleh jajaran Direksi KPI, Polytama, TubanPetro, serta konsumen atau klien dari Polytama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Luar Negeri
Kabut Asap Indonesia Membur...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.