Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Permasalahan Sampah di Lokasi Wisata Pantai Tulungagung

📅 Senin, 29 Des 2025, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Permasalahan Sampah di Lokasi Wisata Pantai Tulungagung Doc: Antara

Tulungagung - Tiga destinasi wisata pantai di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur masih menghadapi persoalan tahunan berupa tumpukan sampah kiriman yang memerlukan penanganan bersama dan lintas-sektor.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung Ardian Candra, Senin, mengatakan, Pantai Gemah, Pantai Bayem, dan Pantai Midodaren tetap menjadi tujuan utama wisatawan, terutama saat libur nasional seperti Natal dan Tahun Baru.

"Ketiga pantai ini masih menjadi primadona karena aksesnya mudah melalui Jalur Lintas Selatan (JLS) dan lokasinya saling berdekatan," kata Ardian.

Ia menjelaskan wisatawan yang masuk kawasan Pantai Gemah dapat sekaligus mengakses Pantai Bayem, sedangkan Pantai Midodaren berada di jalur yang sama dengan pengelolaan tiket tersendiri.

Meski tingkat kunjungan tinggi, Ardian mengakui persoalan sampah masih menjadi tantangan serius yang muncul pada waktu-waktu tertentu, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.

Menurutnya, tumpukan sampah bukan disebabkan lemahnya pengelolaan kawasan wisata, melainkan faktor alam.

Ketiga pantai tersebut berada dekat Terowongan Niyama yang menjadi muara aliran sungai dari wilayah Tulungagung dan Trenggalek.

"Ketika curah hujan tinggi, terowongan dibuka untuk mengalirkan debit air ke laut selatan. Aliran itu kerap membawa material sampah rumah tangga ke kawasan pantai," ujarnya.

Dalam kondisi tersebut, Disbudpar tidak dapat bekerja sendiri dan harus melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BPBD, pengelola Terowongan Niyama, serta OPD lain untuk melakukan pembersihan, termasuk menggunakan alat berat.

Ardian menambahkan persoalan sampah kiriman ini menjadi pekerjaan rumah yang akan terus ditangani secara berkelanjutan pada 2026, baik melalui penguatan koordinasi lintas sektor maupun upaya mitigasi di hulu.

Selain itu, Disbudpar juga berupaya mengurangi beban lingkungan dengan mengarahkan wisatawan ke destinasi pantai lain di Tulungagung agar kunjungan tidak terpusat di tiga lokasi tersebut.

"Kami mendorong pemerataan kunjungan wisata agar tekanan lingkungan tidak hanya terjadi di Pantai Gemah, Bayem, dan Midodaren," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

31 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.