Gunung Juga Perlu Istirahat, Agar Menjaga Warisan Alam Nusantara Tetap Lestari
📅 Senin, 29 Des 2025, 18:18 WIB | Oleh: OpikNamun, kebijakan ini juga menguji kesiapan daerah. Ketergantungan ekonomi pada pendakian gunung masih tinggi di sejumlah desa penyangga. Ketika jalur ditutup, pendapatan menurun.
Di sinilah tantangan kebijakan muncul. Penutupan tanpa strategi pengalihan hanya akan memindahkan beban ke masyarakat lokal.
Menata ulang
Penutupan jalur pendakian seharusnya tidak berhenti sebagai kebijakan reaktif. Ia perlu dibaca sebagai momentum menata ulang relasi manusia dan gunung. Ada beberapa pelajaran penting yang bisa ditarik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertama, diversifikasi wisata harus dipercepat. Rinjani dan Tambora bukan hanya puncak. Di sekitarnya ada desa wisata, jalur trekking rendah, budaya lokal, dan lanskap pertanian yang tak kalah menarik.
Saat pendakian ditutup, promosi wisata alternatif perlu diperkuat agar roda ekonomi tetap berputar tanpa menambah tekanan pada kawasan inti.
Kedua, sistem kuota dan musim pendakian perlu dievaluasi secara berkala. Penutupan total memang efektif di musim ekstrem, tetapi di luar itu, pengelolaan berbasis daya dukung harus benar-benar ditegakkan. Kuota bukan sekadar angka administratif, melainkan instrumen ekologis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketiga, edukasi pendaki harus menjadi prioritas. Banyak kerusakan terjadi bukan karena niat buruk, tetapi karena minimnya kesadaran. Pendakian bukan sekadar menaklukkan puncak, melainkan berkunjung ke ruang hidup yang rapuh. Di sinilah peran negara sebagai pendidik publik menjadi relevan.
Akhirnya, penutupan Rinjani dan Tambora mengajarkan satu hal sederhana namun mendasar. Gunung tidak pernah benar-benar milik kita. Ia hanya dipinjam sementara.
Ketika jalur ditutup, alam seolah sedang berbicara, memberi tanda agar manusia belajar menahan diri. Jika kebijakan ini diikuti dengan penataan yang adil dan visioner, maka penutupan bukan kehilangan, melainkan jeda untuk menjaga warisan alam Nusantara tetap lestari. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!