Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Juga Perlu Istirahat, Agar Menjaga Warisan Alam Nusantara Tetap Lestari

📅 Senin, 29 Des 2025, 18:18 WIB | Oleh:

Tambora pun menghadapi tantangan serupa. Statusnya sebagai geopark nasional membawa konsekuensi ganda. Di satu sisi, ia menjadi simbol kebanggaan geologi Indonesia. Di sisi lain, kunjungan wisata yang meningkat tanpa jeda cukup, berpotensi menggerus nilai konservasinya. Penutupan jalur pendakian memberi ruang bernapas bagi alam yang selama ini terus dipacu.

20251229180852_1.jpg

Foto udara panorama kaldera Gunung Tambora di Kabupaten Dompu, NTB, Rabu (19/4). Gunung Tambora yang semula memiliki ketinggian 4.200 meter kemudian akibat letusan pada tahun 1815 ketinggiannya berkurang menjadi 2.851 meter dan menyisakan kaldera berdiameter 7 km dengan kedalaman 1.200 meter. Antara/Ahmad Subaidi

Pariwisata alam

Penutupan dua ikon pendakian NTB memunculkan pertanyaan mendasar: Ke mana arah pariwisata alam kita bergerak?

Selama ini, logika yang dominan adalah membuka akses seluas mungkin demi angka kunjungan; jalur diperbanyak, kuota ditingkatkan, promosi digencarkan.

Dalam jangka pendek, strategi ini memang menggerakkan ekonomi lokal. Pemandu, porter, penginapan, dan pelaku usaha kecil ikut merasakan dampaknya.

Namun, alam bekerja dengan logika berbeda. Ia memiliki batas. Ketika batas itu dilampaui, biaya yang muncul justru lebih besar. Kerusakan jalur membutuhkan anggaran rehabilitasi.

Risiko kecelakaan memaksa negara mengerahkan sumber daya penyelamatan. Reputasi destinasi pun terancam ketika keselamatan menjadi isu utama.

Penutupan Rinjani dan Tambora menunjukkan pergeseran paradigma yang patut dicatat, bahwa keselamatan dan konservasi mulai ditempatkan di depan kepentingan ekonomi jangka pendek.

Dalam perspektif pelayanan publik, ini adalah pesan penting. Negara hadir bukan hanya sebagai promotor wisata, tetapi sebagai penjaga ruang hidup bersama.

Di tingkat global, tren serupa mulai terlihat. Banyak taman nasional di dunia menerapkan sistem buka tutup musiman yang ketat. Tujuannya bukan membatasi, melainkan memastikan keberlanjutan.

Rinjani dan Tambora sedang memasuki fase yang sama. Penutupan sementara adalah investasi jangka panjang agar daya tariknya tidak habis oleh eksploitasi berlebihan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Pramusim: Liverpool Ta...
Daerah
KM Mutiara Sentosa II Menga...
Daerah
Pemerintah Evaluasi Operato...
Daerah
Ratusan korban selamat KMP ...
Olahraga
Laga Penentu Jalan Menuju E...
Olahraga
Arsenal Siap Berburu Semua ...
Olahraga
Payton II Jadi Kunci Kebang...
Olahraga
Pengalaman Fritz Hadapi Keb...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.