Pemkab Blora Gandeng Petani, Melon Hidroponik Diikutkan di Menu Program MBG
Minggu, 28 Des 2025, 17:15 WIBBLORA â Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai melirik melon hidroponik lokal bukan sekadar sebagai buah segar, tetapi sebagai bagian dari solusi gizi.
Petani pembudidaya didorong naik kelas dengan masuk ke rantai pasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga hasil panen mereka bisa langsung berkontribusi pada Program Makan Bergizi Gratis.
Langkah ini jadi win-win sederhana tapi berdampak. Petani mendapat kepastian pasar, sementara SPPG memperoleh pasokan buah yang lebih segar dan terkontrol kualitasnya.
Dari rumah tanam hidroponik di Blora, melon lokal kini diarahkan tak hanya manis rasanya, tapi juga punya peran nyata dalam memperkuat asupan gizi masyarakat.
Wakil Bupati Blora Sri Setyorini di Blora, Minggu (28/12), mengatakan pemerintah daerah berkomitmen menghubungkan pemasaran buah lokal dengan kebutuhan SPPG agar produk pertanian setempat memiliki kepastian pasar sekaligus mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
"Nanti pemasarannya bisa kita hubungkan dengan SPPG. Kita dorong buah lokal seperti melon ini menjadi bagian dari Program Makan Bergizi Gratis," ujar Sri Setyorini yang juga Ketua Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Blora menanggapi keberhasilan petani melon hidroponik asal Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.
Komitmen tersebut disampaikan, setelah dirinya mengunjungi open greenhouse TnjFarm sekaligus mengikuti panen melon hidroponik bersama warga setempat pada Sabtu (27/12).
Dalam kunjungan tersebut, Sri Setyorini yang akrab disapa Budhe Rini mengapresiasi kualitas melon hidroponik yang dihasilkan petani lokal.
"Kualitasnya sangat bagus. Ini tidak boleh berhenti di sini. Harus terus dikembangkan dan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi masyarakat," ujarnya.
Menurut dia, pemanfaatan produk hortikultura lokal tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak-anak dan masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Petani muda Dzaki Al Rozak menjadi sosok di balik keberhasilan budidaya melon hidroponik yang dikembangkan di green house bernama TnJ Farm miliknya.
Dzaki mengungkapkan dengan sistem hidroponik, lahan terbatas seluas 15 x 14 meter dapat dimanfaatkan untuk menanam hingga 600 pohon melon dalam satu siklus tanam.
Di lahan tersebut, Dzaki membudidayakan dua varietas unggul, yakni melon Sweet Lavender dan The Blues. Seluruh proses penanaman dilakukan menggunakan sistem hidroponik di dalam greenhouse sehingga pertumbuhan tanaman dapat dikontrol secara optimal.
Waktu panen pun relatif singkat, yakni sekitar 2,5 hingga 3 bulan setelah tanam, dengan berat rata-rata buah mencapai 1,5 kilogram per buah dan kualitas yang seragam.
"Melalui sistem hidroponik, kualitas buah lebih terjaga, penggunaan air lebih efisien, serta tanaman lebih terlindungi dari cuaca ekstrem maupun serangan hama," ujarnya.
Selain itu, pengaturan nutrisi, kelembaban dan pencahayaan dapat dilakukan secara presisi sehingga produktivitas tanaman lebih maksimal.
Dzaki menambahkan budidaya melon hidroponik tersebut telah berjalan selama satu tahun dengan modal awal berkisar Rp50â60 juta.
Panen kali ini merupakan panen ketiga yang berhasil dilakukan. Hasil panen pun telah dipasarkan ke berbagai daerah di Jawa Tengah seperti Rembang, Grobogan, Pati, Semarang, Brebes, dan Pekalongan, serta ke sejumlah wilayah di Jawa Timur, antara lain Ngawi, Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Surabaya dan Malang.
Menurut Dzaki, keberhasilan ini membuktikan bahwa pertanian berbasis teknologi dapat diterapkan secara efektif di wilayah pedesaan dan memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.
"Kami ingin menunjukkan bahwa pertanian modern bisa dimulai dari lahan pekarangan. Harapannya, ini bisa menjadi inspirasi bagi petani lain, khususnya generasi muda, untuk terjun ke sektor pertanian berbasis teknologi," ujarnya.
- Pemkab Blora
- melon hidroponik
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Terungkap! Ini Alasan Kenapa Tutut Soeharto Dicegah ke Luar Negeri, Justru Gugat Menkeu
-
Andai Layanan PBI Dihentikan, Anak Gagal Ginjal Sejak SD Itu Tak bakal Bisa Cuci Darah, Lalu....Entah Apa yang Terjadi
-
Pemerintah Harus Gerak Cepat Antisipasi Lonjakan Inflasi
-
Persib Jalani Empat Laga Tandang Beruntun, Lawan PSBS Biak Jadi Ujian Berat di Super League!
-
TNI Siagakan Panser di Glodok Pascakerusuhan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.