Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Libur Nataru Momen Empuk Penipu Digital, Ini Modus yang Paling Banyak Terjadi

📅 Kamis, 25 Des 2025, 21:20 WIB | Oleh:
 Libur Nataru Momen Empuk Penipu Digital, Ini Modus yang Paling Banyak Terjadi Doc: Vida
Ket. Ilustrasi modus penipuan. Lonjakan belanja Natal dan Tahun Baru yang diperkirakan mencapai Rp120 triliun dibayangi maraknya penipuan digital.

JAKARTA – Pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), masyarakat Indonesia diproyeksikan membelanjakan sekitar Rp120 triliun untuk berbagai kebutuhan liburan. Namun, di balik euforia belanja dan meningkatnya transaksi digital, ancaman penipuan juga mengintai.

Dalam setahun terakhir, kerugian akibat penipuan mencapai angka mencengangkan, yakni Rp8,2 triliun. Sayangnya hanya hanya sebesar 4,76 persen dana korban yang berhasil diselamatkan.

Data Indonesia Anti-Scam Center (IASC) mencatat terdapat 373.129 laporan penipuan sejak November 2024 hingga 30 November 2025, atau rata-rata 874 laporan per hari. Dari 619.394 rekening yang dilaporkan terindikasi terkait penipuan, hanya 117.301 rekening yang berhasil diblokir.

“Identitas digital adalah gerbang utama keamanan finansial kita. Dengan rata-rata 874 laporan penipuan setiap hari, kita tidak bisa lagi mengandalkan metode pengamanan tradisional yang mudah dibobol, seperti OTP berbasis SMS,” ujar Founder & Group CEO VIDA, Niki Luhur, melalui keterangannya, Rabu (25/12).

Mengapa Liburan Menjadi “Waktu Panen” Penipu?

Berdasarkan temuan Vida dan data industri, periode Nataru menciptakan kondisi ideal bagi penipu. Terdapat dua titik lemah utama yang kerap dimanfaatkan.

Pertama, kelemahan OTP berbasis SMS. Data Vida menunjukkan 80 persen pembobolan akun terjadi akibat kerentanan OTP SMS atau teknik phishing. Teknologi yang selama ini diandalkan untuk keamanan justru menjadi celah terbesar.

Kedua, munculnya modus baru pada 2025 berupa penipuan berbasis AI deepfake. Jenis penipuan ini meningkat hingga 1.550 persen di Indonesia. Pelaku menggunakan teknologi AI voice cloning untuk meniru suara anggota keluarga, atasan, atau pejabat, lalu meminta transfer dana dengan suara yang diklaim 99 persen mirip aslinya.

Skala Kerugian Mengejutkan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tiga modus penipuan terbesar. Modus fake call atau telepon palsu menempati urutan pertama dengan 39.978 laporan dan kerugian mencapai Rp1,54 triliun. Disusul shopping scam dengan 64.933 laporan dan kerugian Rp1,14 triliun. Sementara itu, investment scam atau investasi bodong tercatat sebanyak 24.803 kasus dengan total kerugian Rp1,40 triliun.

Di sisi lain, masyarakat Indonesia rata-rata baru melaporkan penipuan setelah 12 jam, jauh lebih lambat dibandingkan negara lain yang hanya membutuhkan 15–20 menit. Keterlambatan ini membuat peluang penyelamatan dana semakin kecil, sehingga hanya 4,76 persen dana korban yang dapat diamankan karena jejak digital dan dana sudah berpindah tangan.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI), OJK, dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga telah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap berbagai modus penipuan yang menyasar identitas digital pengguna.

Sebagai penyedia solusi identitas digital dan pencegahan penipuan di Indonesia, Vida membagikan sejumlah tips agar keamanan digital tetap terjaga selama periode liburan Nataru.

Pertama, hindari penggunaan Wi-Fi publik untuk transaksi keuangan, karena jaringan publik rentan terhadap penyadapan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.