IHSG Hari Ini Naik Jelang Libur Nataru, Investor Sambut Sentimen Positif
📅 Senin, 22 Des 2025, 17:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat, didorong optimisme pelaku pasar menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Sentimen positif ini tercermin dari meningkatnya transaksi saham di sektor-sektor konsumsi dan perbankan, yang biasanya mendapat dorongan belanja akhir tahun.
Meski penguatan IHSG mencerminkan sentimen jangka pendek, investor tetap waspada terhadap potensi volatilitas akibat faktor eksternal, termasuk dinamika pasar global dan perkembangan inflasi domestik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/12) sore, ditutup menguat seiring sentimen positif menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
IHSG ditutup menguat 36,29 poin atau 0,42 persen ke posisi 8.645,83. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 6,19 poin atau 0,73 persen ke posisi 859,72.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dari domestik, window dressing, Nataru dan dividen play menjadi sentimen positif menuju awal tahun," ujar Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa saat dihubungi di Jakarta.
Dari mancanegara, Reydi mengatakan sentimen yang menggerakkan pasar saham, yaitu seiring adanya proyeksi penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral global pada tahun 2026.
"Itu bisa buat pasar saham menguat dan memicu inflow asing masuk ke IHSG," ujar Reydi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, ujarnya pula, pelaku pasar tengah mencermati pergerakan dana asing menuju akhir tahun 2025, terutama dengan ekspektasi tren penurunan suku bunga lanjutan pada 2026, serta January Effect yang dapat membuat saham- saham.perbankan berpotensi diserbu oleh investor asing.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu dipimpin sektor energi yang naik sebesar 2,52 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing-masing sebesar 1,61 persen dan 0,85 persen.
Sedangkan, lima sektor melemah yaitu sektor teknologi turun paling dalam sebesar 2,35 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor infrastruktur yang masing- masing turun 1,41 persen dan 1,00 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PAMG, NETV, DPUM, FIRE dan WEHA, Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni CSIS, BEEF, BAIK, PJHB dan SUPA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.959.488 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 43,11 miliar lembar saham senilai Rp24,23 triliun. Sebanyak 251 saham naik 433 saham menurun, dan 120 tidak bergerak nilainya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!