NTB Bentuk Peta Jalan Agromaritim 2025–2029, Laut Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
📅 Minggu, 21 Des 2025, 19:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Sugiharto Purnama
MATARAM – Optimalisasi industri agromaritim menjadi kunci strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya domestik.
Dengan kekayaan laut dan pesisir yang melimpah, pengembangan industri agromaritim—mulai dari perikanan tangkap dan budidaya, pengolahan hasil laut, hingga logistik dan distribusi—dapat meningkatkan nilai tambah komoditas, mengurangi ketergantungan impor, dan memperluas lapangan kerja di wilayah pesisir.
Optimalisasi ini juga berperan penting dalam membangun struktur ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Integrasi hulu–hilir, pemanfaatan teknologi, serta penguatan ekosistem pembiayaan dan pasar akan meningkatkan efisiensi dan daya saing industri agromaritim di tingkat global.
Pada saat yang sama, penerapan prinsip keberlanjutan memastikan eksploitasi sumber daya laut tetap terjaga, sehingga industri agromaritim tidak hanya menjadi motor pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga fondasi ketahanan ekonomi dan pangan nasional dalam jangka panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB) menyusun peta jalan industri agromaritim 2025-2029 sebagai alat untuk menata arah pembangunan industri yang terintegrasi, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti mengatakan ada 38 komoditas unggulan agromaritim yang telah dikonsepkan dan dipilah untuk menjadi prioritas pengembangan.
"Kami membangun ekosistem industri secara menyeluruh mulai dari hulu hingga hilir," ujarnya dalam pernyataan di Mataram, Sabtu (20/12).
Sebaiknya Anda baca juga:
Nuryanti menjelaskan peta jalan tersebut disusun sejalan dengan kebijakan nasional, termasuk arah Peraturan Presiden terkait hilirisasi industri.
Pemerintah NTB memfokuskan penguatan sektor hulu, pengembangan sentra industri yang tersebar di 10 kabupaten/kota, serta penguatan industri halal sebagai keunggulan daerah dalam lima tahun ke depan.
Menurut Nuryanti, pengembangan ekosistem industri agromaritim menjadi langkah strategis untuk mendorong peningkatan produksi dan nilai tambah komoditas unggulan daerah.
Sejalan dengan pengembangan NTB sebagai pusat investasi, imbuhnya, industri agromaritim diharapkan mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
"Dengan penguatan ekosistem industri agromaritim, kami optimistis sektor industri dapat berkontribusi signifikan terhadap perekonomian NTB,” kata Nuryanti.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB mengawal implementasi peta jalan tersebut guna mendukung target pertumbuhan sektor industri hingga tujuh persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!