Hidrogen Turut Berperan dalam Pemanasan Global
📅 Jumat, 19 Des 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: AFP/Lou Benoist
PARIS – Sebuah studi pada Rabu (17/12) memperingatkan bahwa hidrogen yang telah disebut-sebut sebagai solusi energi bersih untuk krisis iklim, juga bisa menjadi bagian kecil dari pemanasan global.
Para pendukung hidrogen berharap hidrogen dapat diproduksi dan digunakan dalam skala besar di bidang transportasi dan industri berat di masa depan, sehingga memberikan alternatif yang ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil karena hanya mengeluarkan uap air.
Tetapi penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature menemukan bahwa hidrogen telah berperan dalam kenaikan suhu dengan membantu metana, gas rumah kaca yang kuat, tinggal lebih lama di atmosfer.
Emisi hidrogen naik antara tahun 1990 dan 2020, menyumbang sebagian kecil derajat atau 0,02C, terhadap peningkatan suhu rata-rata hampir 1,5 Celcius sejak periode pra-industri, demikian temuan penelitian tersebut.
“Kita memerlukan pemahaman yang lebih mendalam mengenai siklus hidrogen global dan kaitannya dengan pemanasan global untuk mendukung ekonomi hidrogen yang aman terhadap iklim dan berkelanjutan,” kata ilmuwan Universitas Stanford Rob Jackson, penulis senior makalah itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Proyek Karbon Global
Studi yang dilakukan oleh konsorsium ilmuwan internasional yang dikenal sebagai Proyek Karbon Global ini menemukan bahwa peningkatan emisi hidrogen sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia.
Kenaikannya terkait dengan peningkatan metana yang dipancarkan oleh bahan bakar fosil, ternak dan tempat pembuangan sampah, kata para peneliti. Kedua molekul tersebut saling terkait: metana menghasilkan hidrogen ketika terurai di atmosfer.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara hidrogen itu sendiri bukan polutan, secara tidak langsung berkontribusi terhadap pemanasan dengan menyerap deterjen alami yang menghancurkan metana, gas rumah kaca ampuh yang memiliki umur lebih pendek daripada karbon dioksida.
"Lebih banyak hidrogen berarti lebih sedikit deterjen di atmosfer, menyebabkan metana bertahan lebih lama dan, oleh karena itu, menghangatkan iklim lebih lama," kata penulis utama studi tersebut, pakar pemodelan ekosistem di Universitas Auburn di Alabama, Zutao Ouyang
Interaksinya dengan deterjen alami juga mempengaruhi pembentukan awan dan menghasilkan gas rumah kaca seperti ozon dan uap air stratosfer.
Sumber hidrogen lain di atmosfer sejak tahun 1990 termasuk kebocoran dari produksi hidrogen industri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!