Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Haul Gus Dur, Yenny Wahid Sebut Ayahnya Sosok yang Menghormati Perempuan

📅 Jumat, 19 Des 2025, 11:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Haul Gus Dur, Yenny Wahid Sebut Ayahnya Sosok yang Menghormati Perempuan Doc: Barikade Gus Dur
Ket. Putri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid) dalam Haul ke-16 Gus Dur yang juga untuk tasyakuran penerimaan Gelar Pahlawan Nasional dari Negara itu di Taman Bungkul, Surabaya, Kamis malam (18/12).

SURABAYA - Putri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid), menegaskan bahwa ayahandanya bukan hanya istimewa dalam melindungi minoritas dan perbedaan agama, namun juga sosok yang menghormati perempuan.

"Banyak kelompok agama lain (non-Muslim) yang merasa terlindungi dengan sikap Bapak yang menghormati perbedaan, tapi Gus Dur juga punya keistimewaan lain yakni menghormati perempuan," katanya dalam Haul ke-16 Gus Dur yang juga untuk tasyakuran penerimaan Gelar Pahlawan Nasional dari Negara itu di Taman Bungkul, Surabaya, Jatim, Kamis (18/12) malam.

Dalam haul yang diadakan Barisan Kader (Barikade) Gus Dur Jawa Timur itu, Yenny Wahid menjelaskan Gus Dur memang sosok yang menghargai perbedaan dalam bentuk apapun dengan alasan Tuhan memang menciptakan manusia tidak ada yang sama, bahkan anak kembar pun masih berbeda dalam perilaku. Gus Dur memahami betul hal itu.

"Gus Dur mengatakan penduduk bumi yang 8 miliar itu tidak ada yang sama, bukan hanya agama atau suku, tapi sidik jari pun tidak ada yang sama, karena itu Tuhan tidak melihat manusia secara fisik, tapi melihat dari sisi ketakwaan, lho kok kita memusuhi perbedaan," kata Direktur "Wahid Institute" tersebut.

Bahkan, Gus Dur juga sering mengatakan andaikan Tuhan ingin semua manusia itu satu agama pun tinggal "kun fayakun" atau sangat mudah, tapi Allah tidak begitu, karena keindahan itu justru ada dalam perbedaan.

"Bunga yang warna-warni itu indah kan?" katanya.

Dalam konteks itu pula, Gus Dur tidak pernah membedakan perempuan, bahkan sangat menghormati.

"Ibu menceritakan kepada saya bahwa sewaktu saya masih bayi, Bapak yang mengangkat saya untuk diantar ke ibu agar disusui, Bapak juga mencuci popok saya, mencuci piring. Bapak tidak melihat laki-perempuan, tapi siapa yang hidupnya manfaat. Bapak juga bantu ibu berjualan kacang," katanya.

Terkait penghormatan kepada kelompok minoritas, Yenny Wahid menilai Gus Dur itu selama menjadi presiden juga memperhatikan wong cilik (orang kecil), karena itu Gus Dur pun menaikkan gaji pegawai rendahan, seperti paspamres yang gajinya diperjuangkan naik.

"Itulah teladan dari Bapak, karena itu Haul ini bukan sekadar mengharapkan barokah dari para ulama, tapi juga meneladani Bapak yang mungkin tiga teladan penting yakni menghormati perbedaan, menghormati perempuan, dan menghargai wong cilik. Ya, hal penting dalam hidup adalah hidup manfaat. Khoirunnas Anfauhum linnas," katanya.

Dalam kesempatan itu, Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Jatim H. Akhmad Jazuli, yang mewakili Gubernur Jatim Khofifah, menilai gelar Pahlawan Nasional untuk Gus Dur mungkin baru menjelang haul ke-16, tapi hakekatnya Gus Dur itu sudah lama menjadi "pahlawan" rakyat yang merasa sangat dilindungi dan dihargai.

Hal itu dibenarkan Pdt Simon Filantropa (GKI) yang merasakan Gus Dur adalah "pahlawan-ku", karena itu setiap bulan Desember selalu ada rasa senang dan sekaligus rasa sedih. "Senang karena Natal pada 25 Desember, tapi sedih juga, karena Gus Dur wafat pada 30 Desember," katanya.

Dalam haul yang juga dihadiri Anggota DPD RI Dr Lia Istifhama dan Wakil Ketua Umum DPP Barikade GD Sudarsono Rahman (Cak Dar) itu, Pdt Simon menyitir dua ungkapan Gus Dur yang dikenangnya yakni "Perdamaian Tanpa Keadilan adalah Ilusi" dan "Demokrasi Bisa Terjadi Bila Hak-hak Minoritas Terjamin".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

48 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.