Festival Cahaya, Cara Setu Babakan Merawat Warisan Betawi
📅 Jumat, 19 Des 2025, 21:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Asprilla Dwi Adha.
JAKARTA – Melestarikan objek budaya itu penting karena di sanalah cerita, nilai, dan identitas sebuah bangsa disimpan.
Bukan cuma soal menjaga benda tua, tapi merawat jejak perjalanan yang membentuk cara kita hidup dan berpikir hari ini.
Kalau objek budaya hilang atau rusak, yang lenyap bukan sekadar fisiknya, tapi juga ingatan kolektif dan warisan yang seharusnya bisa dinikmati serta dipelajari oleh generasi berikutnya.
Unit Pengelola Kawasan (UPK) Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan, Jakarta Selatan melestarikan objek budaya Betawi melalui Festival Cahaya.
"Kegiatan tersebut merupakan festival pagelaran kesenian Betawi sekaligus upaya pelestarian objek pemajuan kebudayaan yang ada di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan," kata Ketua Satuan Pelaksana Edukasi dan Informasi UPK PBB Setu Babakan, Farah Aini Astuti di Jakarta, Jumat (19/12).
Sebaiknya Anda baca juga:
Farah mengatakan selain pagelaran kesenian, kegiatan ini juga menghadirkan pameran seni serta bazar UMKM yang menjual produk makanan, minuman, fesyen, dan kriya suvenir khas Betawi.
Gebyar Seni Budaya Setu Babakan yang keempat kalinya diselenggarakan pada 2025 ini dikemas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Salah satu inovasi yang dihadirkan yakni Festival Cahaya berupa pertunjukan video mapping atau holografis di 11 titik lokasi.
"Video mapping tersebut menampilkan unsur budaya Betawi, seperti motif-motif khas dan tarian Betawi dalam bentuk holografis. Kegiatan ini menceritakan budaya Betawi melalui kemasan teknologi dan inovasi terbaru," ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menambahkan, kegiatan yang berlangsung pada 18-21 Desember 2025 pukul 14.00-22.00 WIB tersebut melibatkan sekitar 35 sanggar seni.
Berbagai kesenian ditampilkan, di antaranya tari Betawi, lenong, Gambang Kromong, Ondel-ondel, Tanjidor, dan pertunjukan budaya lainnya.
Penyelenggaraan kegiatan ini juga sejalan dengan visi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang berbudaya.
"Melalui kegiatan yang dikemas secara inovatif ini, kami berharap masyarakat terhibur sekaligus semakin mencintai budaya Betawi, khususnya di Jakarta Selatan, terutama bagi generasi muda," ucapnya.
Salah seorang pengunjung, Risna mengaku senang dapat menyaksikan berbagai pagelaran seni budaya di Setu Babakan. Ia mengaku antusias menantikan pertunjukan Festival Cahaya pada malam hari.
"Saya menunggu Festival Cahayanya, sepertinya seru karena ini baru pertama kali diadakan di sini," ucap Risna.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!