Setelah Gagal Sumardji Bersuara: Penampilan Tim U-22 Tak Masuk Akal. Ada Apa
📅 Kamis, 18 Des 2025, 04:12 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Mantan Manajer Timnas Indonesia, Sumardji menyampaikan sesuatu yang aneh atas penampilan tim U-22 Indonesia di SEA Games 2025 Thailand. Menurutnya, penampilan merkea tidak masuk akal sehingga gagal menembus semifinal. Sewaktu tim ini main, Sumardji masih menjadi manajer timnas.
Sumardji mengaku kaget penampilan Ivar Jenner dan kawan-kawan jauh dari ekspektasi. Ini mulai dari kalah 0-1 dari Filipina. Ini menjadi kekalahan pertama Garuda Muda atas Filipina di SEA Games. Kemudian, gagal mengalahkan Myanmar dengan selisih lebih dari tiga gol.
"Saya sendiri jujur saja. Ini tim yang paling sulit, paling susah, dan paling tidak masuk akal," kata Sumardji pada jumpa pers di Menara Mandiri II, Jakarta. Dari segi persiapan, Garuda Muda yang diasuh Indra Sjafri juga menjalani persiapan lebih matang, termasuk dengan empat kali uji coba menghadapi India U-23 dan Mali U-22.
Garuda Muda juga tiba di Chiang Mai, Thailand, lebih cepat, yaitu kurang lebih satu pekan sebelum melakoni laga perdana. Dari kompetisi teratas sepak bola Indonesia, BRI Super League 2025/2026, juga libur selama penyelenggaraan SEA Games. Hal ini dilakukan operator liga guna memberikan dukungan penuh kepada Garuda Muda untuk mempertahankan medali emas, yang mereka raih pada 2023 di Kamboja.
Dia juga heran heran, kualitas para pemain kan luar biasa. Dulu yang diaspora tidak ikut. Sekarang , ada Ivar Jenner, Mauro Zijlstra, dan Dion Markx. Kurang apa coba. “Dalam hati dan feeling saya di awal, mestinya baik, paling tidak bisa final," kata Sumardji.
Sebaiknya Anda baca juga:
Makanya ketika hasilnya, menurutnya, keberuntungan menjauh sekali. Ini juga membingungkan. Makanya, sempat viral dia termenung, dan terkaget-kaget. Ini menurutnya aneh. Dia mengaku sudah biasa membawa tim, dan belum pernah kalah melawan Filipina.
Kegagalan Indonesia menembus semifinal SEA Games 2025 menjadi tamparan keras karena dalam tujuh edisi terakhir, Indonesia selalu berhasil menembus semifinal. Bahkan juaga pada tahun 2023. Terakhir kali Garuda Muda gagal meloloskan dari dari babak grup adalah pada edisi 2009 ketika menjadi juru kunci grup.
Imbas kegagalan ini, PSSI mengakhiri kerja sama dengan Indra Sjafri sebagai pelatih timnas U-22. Pengakhiran kerja sama ini juga termasuk terputusnya kontrak Indra di PSSI yang selama ini menjadi bagian dari tim Direktur Teknik pimpinan Alexander Zwiers.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, masyarakat mempertanyakan semua ungkapan Sumardji ini. Apa yang dia maui. Dia juga bertanggung jawab, karena sebagai manajer. Waktu timnas senior gagal ke Piala Dunia juga berkata aneh, ingin buka-bukaan dalam rapat exco. Tapi selama sebelum gagal, dia diam saja. Ini juga saat gagal di SEA Games, baru berkata-kata “tidak masuk akal.” Apakah itu cara lepas tangan? Ant/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!