Setiap Kecamatan Diharapkan Punya Kampung Budaya
📅 Selasa, 16 Des 2025, 02:09 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: ant
JAKARTA – Wakil Ketua DPRD Jakarta Wibi Andrino mendukunganpengembangan kampung budaya di Jakarta sebagai langkah strategis dalam melestarikan tradisi dan memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. “Idealnya, setiap kecamatan memiliki ruang budaya yang hidup dan dikelola bersama warga,” jelas Widi, Senin (15/12).
Wibi menilai kampung budaya tidak hanya berfungsi sebagai simbol pelestarian tradisi, tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial dan ekonomi warga. Dengan adanya kampung budaya, masyarakat dapat mengembangkan potensi seni, budaya, dan kewirausahaan secara berkelanjutan.
Pemprov Jakarta saat ini terus menguatkan Program Kampung Budaya Betawi yang tersebar di berbagai wilayah. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya Jakarta di tengah pesatnya perkembangan kota metropolitan.Di Jakarta ada 267 kelurahan dan 44 kecamatan. Setiap kecamatan seharusnya memiliki satu kampung budaya agar destinasi budaya Jakarta semakin lengkap.
Dia menyebut kampung budaya memiliki peran penting dalam menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Selain itu, keberadaan kampung budaya diyakini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput melalui berbagai aktivitas berbasis budaya.
Wibi menekankan pentingnya kolaborasi antara warga dan pemerintah agar kampung budaya dapat berkembang secara berkelanjutan. Dukungan kebijakan, program, dan anggaran dari pemerintah daerah dinilai menjadi kunci agar promosi budaya dapat berjalan optimal.“Sehingga pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal bisa berjalan beriringan, bukan saling meninggalkan,” kata Wibi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, kampung budaya tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga ekosistem yang menumbuhkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di dalamnya, seni tradisi, produk lokal, hingga kewirausahaan warga dapat berkembang secara terpadu.
Pendekatan tersebut mendorong masyarakat untuk berperan sebagai pelaku utama dalam pembangunan kebudayaan. Warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor yang mengelola dan menghidupkan ruang budayanya sendiri.“Yang didorong adalah partisipasi aktif masyarakat dalam membangun ruang hidupnya sendiri melalui kampung budaya,” jelasnya.
Saat ini, pengembangan Kampung Budaya Betawi telah dilakukan di sejumlah kawasan. Di antaranya Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Kampung Budaya Betawi Condet, kawasan Marunda, serta wilayah berbasis seni dan tradisi Betawi seperti Rawa Belong.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wibi menilai kawasan-kawasan tersebut dapat menjadi cikal bakal pengembangan kampung budaya di tingkat kecamatan. Ke depan, DPRD Jakarta mendorong agar konsep serupa diperluas sehingga budaya Betawi dan kearifan lokal lainnya tetap tumbuh di seluruh penjuru Jakarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!