Lapangan Kerja Ada, Mutunya Dipertanyakan: Sorotan Bank Dunia untuk RI
📅 Selasa, 16 Des 2025, 21:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
JAKARTA – Kualitas lapangan kerja menjadi faktor kunci dalam memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Bukan hanya jumlah pekerjaan yang penting, tetapi juga aspek upah layak, jaminan sosial, keselamatan kerja, serta kepastian karier yang menentukan kesejahteraan pekerja dan produktivitas jangka panjang.
Lapangan kerja yang berkualitas mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja dan daya saing ekonomi. Tanpa perbaikan kualitas, penciptaan kerja berisiko hanya menghasilkan pekerjaan rentan yang mudah terdampak guncangan ekonomi, sehingga manfaat pertumbuhan tidak merata dan ketimpangan berpotensi melebar.
Bank Dunia menilai perlu adanya perbaikan kualitas lapangan kerja agar pertumbuhan ekonomi benar-benar berdampak pada masyarakat.
"Meski stabilitas makroekonomi terjaga, tantangan di pasar tenaga kerja masih terus mempengaruhi kesejahteraan rumah tangga," ujar Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Carolyn Turk dalam peluncuran laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) di Jakarta, Selasa (16/12).
Menurut dia, indikator pasar tenaga kerja sebenarnya menunjukkan persoalan pada kualitas pekerjaan, terutama bagi kelompok usia muda.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penyerapan tenaga kerja memang meningkat 1,3 persen pada periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025, tetapi mayoritas tambahan lapangan kerja tersebut berasal dari sektor-sektor dengan upah rendah.
Selain itu, laporan IEP Bank Dunia juga mencatat upah riil di Indonesia yang justru terus mengalami penurunan sejak 2018.
"Segmen keterampilan menengah ini sedang menyusut," imbuh Carolyn.
Sebaiknya Anda baca juga:
Senada, Lead Economist Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste David Knight mengamini hal itu.
Dirinya memandang dari sisi penciptaan lapangan kerja, kondisi Indonesia sebenarnya cukup menjanjikan.
Meski demikian, tren penurunan upah membuat dampaknya terhadap kesejahteraan menjadi terbatas.
"Penambahan lapangan kerja terlihat positif, tapi pada saat yang sama masih terjadi penurunan upah. Ini sangat berdampak bagi pekerja berketerampilan menengah dan pada akhirnya mempengaruhi kesejahteraan rumah tangga serta perekonomian secara keseluruhan," ujarnya.
Lebih lanjut, David menerangkan bahwa struktur pasar tenaga kerja didominasi sektor berupah rendah.
Pekerja muda banyak yang masuk ke sektor informal berupah rendah, sementara rasa tidak aman ekonomi justru meningkat, terutama di kalangan kelas menengah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!