Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD Jember: Sebanyak 1.271 KK Terdampak Banjir dan Sebagian Warga Mengungsi

📅 Selasa, 16 Des 2025, 07:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Jember: Sebanyak 1.271 KK Terdampak Banjir dan Sebagian Warga Mengungsi Doc: ANTARA
Ket. Petugas BPBD Jember mengevakuasi warga saat banjir menerjang pemukiman warga di salah satu perumahan di Jember, Senin (15/12/2025) malam.

JEMBER – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember mencatat sebanyak 1.271 kepala keluarga (KK) terdampak banjir luapan Sungai Bedadung dan sebagian warga terpaksa mengungsi dan dievakuasi karena ketinggian air mencapai 1 meter lebih pada Senin (15/12) malam.

"Banjir menerjang sejumlah kecamatan di Jember akibat hujan dengan intensitas ringan, sedang, hingga lebat disertai angin kencang terjadi dalam waktu yang lama," kata Kepala BPBD Jember Indra Tri Purnomo di kabupaten setempat, Selasa (16/12).

Menurut dia, peringatan dini sudah disampaikan pihak BMKG untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di Jember yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor pada periode 11–20 Desember 2025.

"Hujan deras yang terjadi sejak Senin siang hingga sore hari menyebabkan beberapa sungai meluap seperti Sungai Bedadung, Kalijompo, Rembangan, Mayang, Gila, dan Sungai Dinoyo yang merendam ribuan rumah warga di beberapa kecamatan," katanya.

BPBD mencatat banjir terjadi di 20 lokasi yang tersebar di Kecamatan Patrang, Kaliwates, Sumbersari, Pakusari, Kalisat, dan Rambipuji dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 30 centimeter hingga mencapai 2 meter, sehingga petugas gabungan mengevakuasi warga ke tempat yang aman.

Kawasan Kampung Ledok, Kelurahan Jember Kidul juga diterjang banjir dengan air setinggi 80–120 sentimeter, merendam 26 rumah warga. Bahkan rumah mantan Bupati Jember Hendy Siswanto juga kebanjiran.

Sementara di Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, ratusan rumah terdampak, bahkan satu dapur warga dilaporkan ambruk dan beberapa rumah mengalami kerusakan akibat terjangan arus sungai yang deras.

Banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur seperti jembatan Desa Patemon, Kecamatan Pakusari tergerus sepanjang 3 meter hingga putus, sehingga jembatan sepanjang 20 meter tersebut kini tidak bisa dilalui kendaraan.

"Akses jembatan di Desa Patemon sementara tidak bisa digunakan karena jembatan putus diterjang banjir. Kini debit air sudah normal, namun kerusakan cukup parah dan perlu penanganan," katanya.

Kondisi paling parah dilaporkan terjadi di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji dengan total jumlah warga yang terdampak banjir mencapai 429 KK, bahkan hingga Selasa pukul 03.21 WIB tim BPBD bersama relawan masih melakukan penanganan di lokasi.

Selain merendam ribuan rumah, lanjut dia, banjir menyebabkan sejumlah warga mengungsi karena ketinggian air lebih dari 1,2 meter, seperti di Perumahan Villa Indah, Kelurahan Tegal Besar tercatat sebanyak 40 KK atau sekitar 200 jiwa terdampak banjir.

"BPBD mendirikan tiga tenda keluarga sebagai tempat pengungsian sementara sampai air surut," katanya.

Di kawasan Jalan Melon, Kecamatan Patrang, satu rumah warga dilaporkan hanyut dan empat KK terpaksa mengungsi ke mushalla karena rumah masih terendam air.

BPBD bersama instansi terkait telah menyalurkan bantuan logistik di sejumlah titik, antara lain di Kepatihan, Gladak Kembar, dan Jalan Melon. Bantuan meliputi paket logistik, makanan siap saji, lauk pauk, peralatan masak dan makan, selimut, matras, kompor, hingga paket khusus lansia dan balita.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.