Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Manila: Penjaga Pantai Tiongkok Serang Nelayan Filipina di LTS

📅 Senin, 15 Des 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Manila: Penjaga Pantai Tiongkok Serang Nelayan Filipina di LTS Doc: AFP/Philippine Coast Guard
Ket. Gunakan Meriam Air l Gambar yang dipublikasikan Penjaga Pantai Filipina pada Sabtu (13/12) memperlihatkan sebuah kapal Penjaga Pantai Tiongkok mengarahkan meriam air ke sebuah kapal nelayan Filipina yang sedang berlayar dekat Sabina Shoal di LTS. Insiden penggunaan meriam air ini dilaporkan telah melukai 3 nelayan Filipina.

MANILA - Penjaga Pantai Filipina (PCG) pada Sabtu (13/12) mengatakan bahwa tiga nelayan Filipina terluka dan dua kapal penangkap ikan mengalami kerusakan signifikan ketika kapal Penjaga Pantai Tiongkok menembakkan meriam air di perairan dangkal yang disengketakan di Laut Tiongkok Selatan (LTS).

Penjaga Pantai Filipina mengatakan hampir dua lusin kapal nelayan Filipina di dekat Sabina Shoal menjadi sasaran meriam air dan manuver penghalangan pada Jumat (12/12) lalu. Sebuah kapal penjaga pantai kecil Tiongkok juga memotong tali jangkar beberapa kapal Filipina, membahayakan awak kapal tersebut, kata mereka.

“PCG menyerukan kepada Penjaga Pantai Tiongkok untuk mematuhi standar perilaku yang diakui secara internasional, dengan memprioritaskan pelestarian kehidupan di laut daripada upaya penegakan hukum yang membahayakan nyawa nelayan yang tidak bersalah,” kata Penjaga Pantai Filipina dalam sebuah pernyataan.

Pengusiran

Kedutaan Besar Tiongkok di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait hal ini karena sedang di luar jam kerja. Namun pada Jumat, Penjaga Pantai Tiongkok mengatakan pihaknya telah mengusir sejumlah kapal Filipina dan mengambil langkah-langkah pengendalian.

Pernyataan itu, kata juru bicara Penjaga Pantai Filipina, Jay Tarriela, pada Sabtu, merupakan pengakuan atas kesalahan.

“Mereka mengakui kesalahan keji ini terhadap nelayan Filipina,” kata Tarriela melalui telepon.

Pada insiden itu dilaporkan pula bahwa kapal-kapal Penjaga Pantai Filipina yang dikerahkan untuk membantu para nelayan yang terluka, juga berulang kali dihalangi untuk mencapai Sabina Shoal.

“Terlepas dari campur tangan yang tidak profesional dan melanggar hukum ini, PCG berhasil menjangkau para nelayan pagi ini dan memberikan pertolongan medis segera kepada yang terluka, beserta pasokan penting,” demikian ­bunyi pernyataan tersebut.

Sabina Shoal, yang oleh Tiongkok disebut sebagai Xianbin Reef dan oleh Filipina sebagai Escoda Shoal, terletak di zona ekonomi eksklusif Filipina 150 kilometer sebelah barat Provinsi Palawan.

Tiongkok mengklaim hampir seluruh LTS, sebuah jalur perairan yang dilalui perdagangan tahunan senilai lebih dari 3 triliun dollar AS, dimana wilayah yang diklaimnya mencakup zona ekonomi eksklusif Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Sebuah pengadilan arbitrase internasional memutuskan pada tahun 2016 bahwa klaim luas Beijing tidak memiliki dasar di bawah hukum internasional, sebuah ­keputusan yang ditolak oleh ­Tiongkok. CNA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.