Makin Panas! Kamboja Tutup Perbatasan dengan Thailand Setelah Pertempuran Mematikan Pekan Ini
📅 Minggu, 14 Des 2025, 08:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Agence Kampuchea Presse/EPA
BANGKOK - Kamboja menutup perbatasan dengan Thailand pada hari Sabtu (13/12), setelah Bangkok membantah klaim Presiden AS Donald Trump bahwa gencatan senjata telah disepakati untuk mengakhiri pertempuran mematikan yang berlangsung selama beberapa hari.
Kekerasan antara dua negara bertetangga di Asia Tenggara ini, yang berakar dari perselisihan berkepanjangan mengenai penetapan batas wilayah sepanjang 800 kilometer (500 mil) pada era kolonial, telah menyebabkan sekitar setengah juta orang mengungsi di kedua sisi perbatasan.
Sedikitnya 25 orang tewas pekan ini, termasuk empat tentara Thailand yang menurut kementerian pertahanan tewas di daerah perbatasan pada hari Sabtu.
Setelah terjadinya korban jiwa terbaru, Phnom Penh mengumumkan akan segera "menangguhkan semua pergerakan masuk dan keluar di semua perbatasan Kamboja-Thailand", kata kementerian dalam negeri.
Masing-masing pihak saling menyalahkan karena menyulut kembali konflik, sebelum Trump mengatakan bahwa gencatan senjata telah disepakati.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan Trump "tidak menyebutkan apakah kita harus melakukan gencatan senjata" selama percakapan telepon mereka pada hari Jumat.
Kedua pemimpin tersebut "tidak membahas" masalah itu, kata Anutin kepada wartawan pada hari Sabtu.
Trump memuji "percakapan yang sangat baik" yang dilakukannya dengan Anutin dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet pada hari Jumat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Mereka telah sepakat untuk MENGHENTIKAN semua penembakan mulai malam ini, dan kembali ke Perjanjian Damai semula" yang disepakati pada bulan Juli, tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
Amerika Serikat, Tiongkok, dan Malaysia, sebagai ketua blok regional ASEAN, memediasi gencatan senjata pada bulan Juli setelah gelombang kekerasan awal selama lima hari.
Pada bulan Oktober, Trump mendukung deklarasi bersama lanjutan antara Thailand dan Kamboja, menggembar-gemborkan kesepakatan perdagangan baru setelah mereka setuju untuk memperpanjang gencatan senjata mereka.
Namun Thailand menangguhkan perjanjian tersebut pada bulan berikutnya setelah tentara Thailand terluka akibat ranjau darat di perbatasan.
Di Thailand, pengungsi Kanyapat Saopria mengatakan dia "tidak lagi mempercayai Kamboja".
"Upaya perdamaian putaran terakhir tidak berhasil... Saya tidak tahu apakah yang ini juga akan berhasil," kata pria berusia 39 tahun itu kepada AFP.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!