Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Surplus Ekspor Perikanan USD 4,53 Miliar hingga Oktober 2025, Udang Tetap Komoditas Unggulan

📅 Sabtu, 13 Des 2025, 18:13 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Surplus Ekspor Perikanan USD 4,53 Miliar hingga Oktober 2025, Udang Tetap Komoditas Unggulan Doc: Antara
Ket. Indonesia menjadi negara net eksportir perikanan dengan surplus neraca perdagangan sebesar 4,53 miliar dolar AS atau naik 2,9 persen dibanding periode sebelumya

JAKARTA- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali mengantar Indonesia menjadi negara net eksportir perikanan dengan surplus neraca perdagangan sebesar 4,53 miliar dolar AS atau naik 2,9 persen dibanding periode sebelumya. 

Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud menjabarkan angka tersebut diperoleh dari selisih nilai ekspor periode Januari-Oktober 2025 sebesar 5,07 miliar dolar AS. Sementara nilai impor di periode yang sama hanya 0,54 miliar dolar AS, atau 10,6 persen dari total nilai ekspor. 

"Tentu kita patut berbangga bahwa Indonesia selalu konsisten menjaga posisi sebagai net eksportir atau ekspornya lebih besar dibanding impornya untuk komoditas perikanan," terang Machmud di Jakarta, Sabtu (13/12). 

Ekspor perikanan ke AS naik

Berdasarkan angka tersebut, Machmud menyebut ekspor ke Amerika Serikat (AS) tumbuh 2,6% dengan nilai mencapai USD1.604 juta. Begitupun ekspor ke negara-negara ASEAN naik 22,7% dengan nilai USD811,64 juta, Jepang naik 2,3% dengan nilai USD506,28 juta serta Uni Eropa tumbuh 8,3% dengan nilai USD379,54 juta. Adapun dari sisi komoditas, ekspor udang naik 8,6%, tuna-cakalang meningkat 2,6% serta cumi-sotong-gurita naik 1,9%. 

Machmud mengaku peningkatan ini tak lepas dari sejumlah upaya yang dilakukan KKP seperti menggelar ASEAN tuna Working Group, pemenuhan persyaratan ekspor ke AS, workshop Gap Assesment Stelina (Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional), training audit internal HACCP, business matching hingga keikutsertaan pada pameran.

"Alhamdulillah, di tengah dinamika tahun ini ekspor udang tetap meningkat dan ekspor ke pasar AS juga naik," jelasnya. 

Tak hanya dari sisi ekspor, kinerja positif juga ditorehkan KKP dari sisi investasi. Tercatat di triwulan 3 tahun 2025, investasi sektor kelautan dan perikanan mencapai Rp7,8 triliun. Investasi tersebut terbagi dalam bidang pengolahan 32,26%, budidaya 27,48%, pemasaran 21,72%, penangkapan 15,35 %, dan jasa perikanan 3,19%. 

Machmud mengatakan angka tersebut diperoleh melalui sejumlah kegiatan seperti pendampingan rencana investasi ke investor dalam dan luar negeri, implementasi perizinan berusaha sektor kelautan dan perikanan, hingga menggelar forum investment and business matching. 

Perkuat UMKM

Selain memperluas akses pasar produk perikanan dan menggaet para investor, KKP juga memperkuat kapasitas UMKM kelautan dan perikanan. Machmud memastikan sejumlah program dan kegiatan telah dilakukan selama tahun 2025. Kegiatan tersebut di antaranya program UMKM naik kelas yang berhasil mengkurasi 657 UMKM di seluruh Indonesia hingga bimbingan teknis mulai dari aspek legalitas-administrasi, pembiayaan dan pemasaran. 

"Sebagai salah satu penopang PDB, keberadaan UMKM tentu harus terus diperkuat, dan tahun ini kami mengkurasi 657 UMKM untuk naik kelas baik dari sisi legalitas, pembiayaan serta pemasaran," katanya. 

Khusus di bidang pembiayaan, KKP telah melakukan fasilitasi dan literasi keuangan, koordinasi pokja kredit program, serta sosialisasi dan fasilitasi sistem resi gudang yang menyasar pelaku usaha. Hasilnya, sebesar Rp4,7 triliun kredit usaha rakyat (KUR) telah dicairkan untuk 91.304 debitur. Mereka terbagi dalam bidang budidaya 33,87%, perdagangan hasil perikanan 30,9%, penangkapan ikan 23,75%, jasa perikanan 8,2%, pengolahan 2,85%, dan pergaraman 0,38%. 

"Tahun ini boleh saja berakhir, tapi kami tidak akan berhenti untuk terus melakukan yang terbaik untuk sektor kelautan dan perikanan," tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Obligasi Bertenor 7 Tahun Agar Sehat

33 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Obligasi Bertenor 7 Tahun A...

Tangerang Gelar Pasar Murah Tiga Pekan

38 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Tangerang Gelar Pasar Murah...

Pemprov Terus Mempercepat Belanja

43 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Pemprov Terus Mempercepat B...
Luar Negeri
Yen Jepang Sentuh Level Ter...
Nasional
RUU Kepulauan Harus Perkuat...
Luar Negeri
AS Akan Berlakukan Tarif Ba...

Transisi Energi Butuh Reformasi Subsidi

48 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Transisi Energi Butuh Refor...
Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.