Kemarau Panjang Picu Krisis Air di Pemalang, Klaten, dan Sidrap
📅 Senin, 14 Sep 2026, 15:48 WIB | Oleh: SujarJAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kemarau panjang memicu krisis air bersih yang meluas di sejumlah daerah, meliputi Kabupaten Pemalang dan Klaten di Jawa Tengah serta Kabupaten Sidenreng Rappang di Sulawesi Selatan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan di Jakarta, Senin, menyampaikan bahwa berkurangnya curah hujan selama kemarau tahun ini yang sudah berlangsung akhir Juni itu berdampak penurunan debit sumber air secara signifikan, hingga menyebabkan ribuan keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar harian di daerah tersebut.
"Kondisi penurunan debit air bersih di Kabupaten Pemalang menyebabkan krisis air bersih sejak 25 Juni 2026, yang berdampak pada 10.764 Kepala Keluarga (KK) di 22 desa pada tujuh kecamatan," kata dia.
Berton memaparkan bahwa untuk mengatasinya, BPBD Pemalang bersama PMI, Baznas, dan PDAM setempat mendistribusikan total 173.000 liter air bersih menggunakan mobil tangki pada Minggu (13/9) untuk melayani 2.525 KK atau 8.837 jiwa terdampak.
Sementara di Kabupaten Klaten, kekeringan melanda 11 desa di lima kecamatan, yakni Kemalang, Cawas, Jatinom, Wedi, dan Bayat, dengan pengerahan sembilan tangki armada atau sekitar 45.000 liter air bersih untuk 557 KK atau 1.780 jiwa.
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB juga menerima laporan dampak kemarau juga meluas ke Sulawesi Selatan, dimana kekeringan melanda Kecamatan Tellu Limpoe dan Watang Pulu di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) yang berdampak pada 50 KK atau 158 jiwa.
Berton mengatakan bahwa tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang merespons kondisi tersebut dengan mendistribusikan bantuan air bersih. Sedikitnya, sampai dengan Minggu (13/9) sebanyak 4.000 liter air bersih yang disalurkan guna menopang kebutuhan warga setempat.
"Distribusi air bersih akan dilakukan secara berkala, dan perkembangan dampak kemarau panjang ini dalam pemantauan BNPB," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!