Menuju Era Agen AI dan Kuantum, IBM Paparkan Arah Baru AI Asia Pasifik 2026
📅 Sabtu, 13 Des 2025, 22:20 WIB | Oleh: Haryo BronoContoh yang telah dilakukan di IBM adalah perusahaan menggunakan AI dan automasi untuk mendorong produktivitas sebesar 4,5 miliar dollar, di mana penghematannya kemudian diinvestasikan kembali ke Penelitian dan Pengembangan (R&D) teknologi terdepan, solusi, dan penjualan.
AI yang Terpercaya
Investasi pada etika AI berkorelasi dengan hasil bisnis yang lebih baik. Organisasi dengan investasi etika tertinggi dalam AI secara konsisten memperoleh profit dan ROI berbasis AI yang lebih tinggi. Studi IBV terbaru menemukan beberapa fakta sebagai berikut ini:
Sebesar 95% eksekutif mengatakan kepercayaan konsumen terhadap AI akan menentukan keberhasilan produk dan layanan baru, dan 89% konsumen ingin mengetahui kapan mereka berinteraksi dengan AI. Sebesar 56% konsumen sangat antusias dengan layanan AI sehingga mereka siap menerima kekurangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Namun ada empat dari lima pelanggan akan mengurangi kepercayaan pada brand jika AI disembunyikan dalam pengalaman yang diberikan pada mereka. Dua pertiga akan berpindah brand jika hal itu terjadi. Setengah dari mereka bersedia membayar lebih untuk melakukannya,” kata Catherine Lian.
Meskipun etika hanya mencakup sebagian kecil dari total nilai AI, dampaknya signifikan karena mencerminkan kematangan praktik AI dalam suatu organisasi. Pada akhirnya, kepercayaan pelanggan adalah aset utama, dan transparansi membuka ruang bagi inovasi.
Catherine menuturkan, organisasi dapat membangun kepercayaan dengan menjadikan pelanggan sebagai mitra proses percobaan, bukan objek uji coba, dengan masukkan transparansi sejak tahap desain produk berbasis AI.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Tunjukkan nilai yang diterima pelanggan sebagai imbalan atas data yang mereka berikan; tawarkan opsi penghapusan dan portabilitas data di luar batas minimum regulasi. Libatkan pengguna paling loyal untuk menguji fitur AI baru sebelum peluncuran secara lebih luas,” katanya.
Keunggulan Kuantum (Quantum Advantage)
Ketika komputasi kuantum mendekati tahap yang “memberikan keuntungan” yaitu saat komputer kuantum mampu menyelesaikan masalah lebih baik daripada metode klasik, teknologi ini berpotensi mempercepat pelatihan model AI melalui optimasi yang lebih cepat, sampling lebih efisien, dan simulasi sistem kompleks yang lebih baik.
“Sebaliknya, AI kini juga membantu mengoptimalkan alur kerja kuantum, mulai dari desain algoritma, strategi error correction, hingga alokasi sumber daya pada arsitektur yang menggabungkan komputasi kuantum dan klasik,” paparnya.
Menurut riset terbaru IBV, kemajuan akan sangat bergantung pada kolaborasi ekosistem. Para pengguna awal sudah mulai memperoleh keunggulan, dengan organisasi yang siap memasuki era komputasi kuantum tiga kali lebih mungkin berpartisipasi dalam berbagai ekosistem dibanding yang lain.
Studi tersebut menemukan sebesar 79% eksekutif mengatakan kemitraan ekosistem mempercepat adopsi teknologi. Sebesar 89% menyatakan kemitraan ekosistem membantu membatasi dampak disrupsi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!