Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menuju Era Agen AI dan Kuantum, IBM Paparkan Arah Baru AI Asia Pasifik 2026

📅 Sabtu, 13 Des 2025, 22:20 WIB | Oleh:

Dengan menghadirkan pendekatan baru untuk menciptakan dan memberikan nilai, AI akan berevolusi dari sekadar pusat biaya menjadi mesin pertumbuhan yang memperluas pasar dan pendapatan perusahaan, hingga akhirnya menjadi investasi yang mandiri.

Keputusan yang lebih cepat akan mengubah disrupsi menjadi peluang, namun keberhasilan bergantung pada AI yang mampu bertindak, bukan hanya membantu. Penting untuk organisasi dapat mempersiapkan diri diantaranya sebagai berikut:

Membuat roadmap yang jelas untuk perjalanan transformasi AI, dengan memprioritaskan peningkatan produktivitas melalui automasi, dan memastikan keberhasilannya dengan pengukuran yang konsisten.

Meningkatkan kapasitas dan keterampilan talenta, karena mereka memahami proses bisnis dan tantangan perusahaan secara mendalam. Evaluasi ulang model bisnis untuk melihat apakah masih relevan atau perlu diperbarui. Menemukan cara untuk membiayai AI dengan mengidentifikasi sumber pendapatan baru.

 Meningkatkan Interoperabilitas Agen AI

Tahun 2026 diperkirakan menjadi era pengoperasian agen AI dalam skala besar. AI Agentik mengubah operasi perusahaan melalui agen otonom yang peka terhadap konteks, mampu bertindak, mengambil keputusan, dan berkolaborasi. Model berbasis alur kerja (workflow-centric) memungkinkan integrasi agen ini dalam proses end-to-end, menggantikan silo dengan orkestrasi otomatis yang cerdas.

Seiring dengan perkembangan ini, fokus akan bergeser secara signifikan ke kemampuan untuk mengamati, mengevaluasi, dan mengoptimalkan alur kerja agen, serta penerapan kebijakan yang ketat untuk mengelola dan mengatur perilaku agen yang semakin otonom.

 Studi IBV, “The Essential Guide to Scaling Agentic AI” menunjukkan beberapa data yang relevan terhadap hal tersebut. Sebesar 76% responden global menyadari mereka membutuhkan arsitektur yang bersifat terbuka dan aman, tetapi kurang dari sepertiga yang memiliki kemampuan interoperabilitas dan skalabilitas yang memadai.

Sebesar 74% memiliki kerangka kerja tata kelola data yang jelas, dan 64% menyatakan bahwa manusia dan sistem multi-agen bekerja bersama untuk mencapai tujuan strategis, tetapi kurang dari separuh yang mengukur dampak agen AI terhadap karyawan, pelanggan, dan bisnis. Sebesar 47% beralih ke platform cloud demi skalabilitas dan fleksibilitas

AI Agentik membutuhkan aliran data real-time yang berkelanjutan serta sistem data yang mampu beradaptasi seiring agen belajar dan berkembang. Penting untuk bisnis dapat mempersiapkan diri diantaranya dengan memiliki persyaratan dasar untuk mengadopsi kecerdasan buatan (AI) yang bersifat agen untuk memastikan arsitektur teknologi dirancang secara khusus untuk mendukung agen otonom.

Pelu manfaatkan infrastruktur cloud atau hybrid untuk memetakan komponen penting seperti agen otonom, data yang dibutuhkan, dan koneksi lintas lingkungan operasi. Mulai dengan pilot berskala kecil untuk menguji performa agen dan model dalam lingkungan terkontrol.

Gunakan tahap awal ini untuk mempelajari hal-hal penting sebelum memperluas operasinya ke lintas domain. Seiring dengan berkembangnya alur kerja berbasis agen, keamanan dan kepatuhan harus diintegrasikan sejak awal, terutama dengan memperluas dan menyesuaikan kerangka kerja keamanan yang ada untuk mengatur sistem-sistem otonom baru.

 Dengan berfokus pada alur kerja, bukan silo, perusahaan dapat mengidentifikasi proses yang dapat diotomatisasi atau disederhanakan. Alur kerja yang lebih cepat akan mengurangi friksi, menekan biaya, dan meningkatkan produktivitas, serta meningkatkan pengalaman pelanggan maupun karyawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.