Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempersiapkan penataan UMKM yang terdampak kasus premanisme di Kalibata
📅 Sabtu, 13 Des 2025, 14:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara Foto
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempersiapkan penataan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terkena dampak dari kasus premanisme atau pengeroyokan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.
"Kebetulan, lahan yang digunakan itu lahannya pemerintah kota, semuanya milik Pemerintah Jakarta. Tentunya, kami sedang mengorganisasikan dan mereorganisasi kawasan ini," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, kasus tersebut berdampak terhadap aktivitas sejumlah UMKM di kawasan itu dan membuat roda perekonomian warga terganggu, sehingga diperlukan solusi yang tepat agar pelaku usaha kecil dapat kembali menjalankan usaha mereka.
Terkait penataan UMKM, dia menjelaskan lahan yang selama ini digunakan para pedagang itu merupakan aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Dengan demikian, Pemprov DKI memiliki kewenangan untuk melakukan penataan ulang kawasan tersebut secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini, Pemprov DKI juga tengah meminta para pelaku UMKM agar mempelajari dan memahami rencana penataan yang disusun pemerintah.
Langkah tersebut dilakukan agar kebijakan yang diambil nantinya tidak merugikan pelaku usaha kecil, sekaligus dapat menciptakan ketertiban dan kepastian hukum di kawasan tersebut.
"Kami sedang meminta kepada UMKM untuk mempelajari dan memahami rencana yang ada. Nanti, pada saatnya akan segera saya putuskan. Yang jelas, lahannya adalah milik Pemerintah Jakarta,” tutur Pramono.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, dia menegaskan penanganan kasus premanisme dan penataan UMKM akan dilakukan secara seimbang.
Dia pun berharap langkah tersebut mampu menciptakan lingkungan usaha yang aman, tertib, dan berkeadilan, serta dapat menjaga keberlangsungan ekonomi warga di Jakarta.
Sebelumnya, kepolisian menyebutkan hutang sepeda motor menjadi penyebab pengeroyokan dan perusakan yang menewaskan penagih hutang atau mata elang (matel) di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12) malam.
Pemilik kendaraan belum menerima uang sepeserpun sehingga mengerahkan temannya untuk menagih.
Namun, diketahui dua orang berinisial MET dan NAT yang bertugas menagih hutang itu malah dikeroyok hingga meninggal dunia.
Tak hanya pengeroyokan, sekelompok massa tersebut juga melakukan perusakan dengan membakar kios, warung serta kendaraan bermotor.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!