Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Polisi Tegaskan Tak Ada Hubungan Kebakaran Terra Drone dan Bencana Sumatera

📅 Jumat, 12 Des 2025, 22:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polisi Tegaskan Tak Ada Hubungan Kebakaran Terra Drone dan Bencana Sumatera Doc: Antara
Ket. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro (kedua kiri) bersama Kasatreskrim AKBP Roby Heri Saputra (kedua kanan) menunjukkan barang bukti peristiwa kebakaran Ruko Terra Drone di Jakarta, Jumat (12/12).

Jakarta - Kepolisian menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada korelasi antara kebakaran Ruko Terra Drone dengan penghilangan data terkait bencana alam di Sumatera.

"Sampai dengan saat ini tidak ada korelasi atau indikasinya (kebakaran Ruko Terra Drone) terkait sabotase," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra.

Hal itu disampaikannya di Jakarta, Jumat (12/12), ketika dimintai tanggapan terkait informasi dan narasi yang beredar di dunia maya bahwa kebakaran Ruko Terra Drone merupakan bentuk kesengajaan atau sabotase.

Roby mengatakan bahwa pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan. Yaitu adanya korban jiwa pada peristiwa kebakaran tersebut.

Ia mengaku mendengar informasi adanya hubungan kebakaran Ruko dan bencana alam yang berdasarkan spekulasi di dunia maya.

"Tapi di sini saya tegaskan bahwa kami melakukan pemeriksaan, penyelidikan dan penyidikan itu berdasarkan fakta," ujarnya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, hingga saat ini penyidik yang sedang menyelidiki kasus bencana alam di Sumatera belum berkomunikasi terkait isu yang beredar.

"Kalau memang ada, pasti penyidik yang sedang melakukan kegiatan penyidikan bencana alam di Sumatera akan berkomunikasi dengan kami. Namun sejauh ini tidak ada permintaan dan sebagainya dari tim penyidik bencana alam di Sumatera," katanya.

Sebelumnya, Susatyo mengatakan, penyebab kebakaran Rumah Toko (Ruko) Terra Drone di Jakarta Pusat yang menewaskan 22 orang pada Selasa (9/12) diduga akibat adanya baterai drone yang jatuh dan menimbulkan percikan api.

"Kami memeriksa dua saksi kunci yang melihat langsung bagaimana proses terjadinya kebakaran," katanya.

Menurut dia, dari keterangan saksi kunci tersebut didapati bahwa kebakaran yang menyebabkan 22 orang meninggal dunia itu disebabkan adanya baterai drone yang terjatuh.

Baterai pesawat nirawak (drone) yang jatuh itu berukuran 30.000 mAh dan ditumpuk dalam empat susun. Setelah terjatuh kemudian baterai tersebut mengeluarkan percikan api.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.