Batam–Johor Buka Gerbang Baru! Kolaborasi Tenaga Kerja Lintas Batas Siap Melonjak
📅 Jumat, 12 Des 2025, 22:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ HO-BP Batam
BATAM – Kolaborasi tenaga kerja lintas batas menjadi semakin penting di tengah ekonomi global yang saling terhubung dan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Sinergi antarnegara memungkinkan transfer pengetahuan, pertukaran keahlian, serta adopsi praktik kerja terbaik yang dapat meningkatkan produktivitas dan inovasi.
Selain itu, kerja sama ini membantu mengatasi kekurangan tenaga terampil di sektor-sektor strategis, sekaligus membuka peluang mobilitas kerja yang lebih luas bagi pekerja.
Dengan regulasi yang jelas dan perlindungan yang memadai, kolaborasi lintas batas dapat memperkuat daya saing nasional sekaligus menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), membuka peluang ‘cross-border workforce collaboration’ atau kolaborasi tenaga kerja lintas batas dengan Johor, Malaysia, sebagai konsep baru dalam Singapore-Johor-Riau/ Batam (SIJORI).
Sebaiknya Anda baca juga:
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Francis melakukan kunjungan strategis ke Invest Malaysia Facilitation Centre Johor (IMFC-J) untuk melihat peluang sinergi baru, salah satunya konsep kolaborasi tersebut.
“Model ini menunjukkan bahwa kecepatan dan kepastian hukum adalah bahasa universal yang paling disukai investor,” ujar Fary dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Jumat (12/12).
Dalam dialog intensif, menurut Fary, kedua pihak membahas tantangan ketenagakerjaan lintas batas. Johor saat ini sedang butuh tenaga kerja industri, sementara Batam memiliki basis Sumber Daya Manusia (SDM) industri terampil yang kuat.
Maka dari itu, ia mengatakan itu membuka peluang kolaborasi dalam SIJORI yang dapat mengubah cara industri regional tumbuh dan berinteraksi.
Selain itu soal kolaborasi tenaga kerja lintas batas, ia mengatakan ada juga rencana penguatan pelayaran RORO Batam-Johor. BP Batam melihat pentingnya konektivitas sebagai penguat rantai nilai investasi.
Delegasi BP Batam mempelajari penerapan Special Financial Zone (SFZ) yang dirancang untuk menarik sektor keuangan, logistik, dan pariwisata kelas dunia.
Namun, BP Batam menegaskan bahwa setiap kebijakan harus berakar pada realitas hukum dan tata kelola Indonesia, bukan menyalin model luar negeri, melainkan mengadaptasi dengan visi kemandirian Batam.
Kunjungan tersebut tidak sekadar bersaing dengan Johor dan Singapura, tetapi berpikir secara kekuatan kawasan agar Batam menjadi bagian dari poros investasi transnasional SIJORI.
“Dalam dunia di mana batas ekonomi semakin kabur, Batam harus hadir bukan hanya sebagai alternatif, tetapi sebagai katalis,” kata Fary.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!