Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aceh Gelap Pasca Bencana: Tantangan Infrastruktur Hambat Pemulihan Total Kelistrikan di Bumi Serambi Mekkah

📅 Jumat, 12 Des 2025, 14:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Aceh Gelap Pasca Bencana: Tantangan Infrastruktur Hambat Pemulihan Total Kelistrikan di Bumi Serambi Mekkah Doc: ANTARA/Syifa Yulinnas.
Ket. Dua orang anak belajar mengaji dengan menggunakan penerangan panyot atau lampu minyak tradisional di Desa Suak Raya, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Selasa (9/12/2025).

JAKARTA – Pemulihan kelistrikan Aceh pascabencana banjir dan longsor membutuhkan strategi bertahap yang terukur karena kerusakan infrastruktur terjadi secara luas dan tidak terpusat.

Fokus awal harus diarahkan pada pemetaan detail titik-titik kritis, memastikan akses aman bagi petugas, serta prioritas pemulihan untuk fasilitas vital seperti rumah sakit, pusat evakuasi, dan layanan publik.

Dengan kondisi lapangan yang menantang, pendekatan kehati-hatian menjadi kunci agar perbaikan tidak menimbulkan risiko tambahan dan dapat membangun kembali sistem kelistrikan yang lebih tahan bencana.

Akademisi Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh Dr. Ramzi Adriman menjelaskan bahwa kondisi sistem saat ini sangat sensitif sehingga setiap tahap pemulihan perlu dijalankan secara terukur.

"Bencana ini tidak hanya merusak satu bagian sistem, tetapi banyak sekaligus. Karena itu, setiap penyalaan harus dipastikan stabil agar tidak memicu gangguan yang meluas,” ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (12/12).

Menurut dia, kerusakan yang terjadi mencakup jaringan transmisi, gardu induk, hingga distribusi, lokasinya pun saling berjauhan, sehingga penanganan tiap titik memerlukan pendekatan teknis yang berbeda.

Dalam situasi seperti ini, tambahnya, salah satu proses paling penting adalah sinkronisasi antarinfrastruktur ketenagalistrikan, tahap yang menyatukan pembangkit, gardu induk, dan jaringan agar kembali bekerja dalam satu sistem.

"Sinkronisasi menuntut kecermatan tinggi. Frekuensi, tegangan dan beban harus benar-benar seirama. Jika ada yang belum siap, proses penyatuan tidak bisa dipaksakan karena risikonya langsung pada stabilitas sistem," katanya.

Ia menilai manajemen beban atau penyalaan bergilir yang saat ini masih berlangsung sebagai langkah pengamanan sistem dalam kondisi yang mendesak.

Dengan kapasitas sementara yang belum pulih sepenuhnya, menurut dia, penyalaan bergilir membantu menjaga agar layanan tetap berjalan sekaligus mencegah sistem mengalami beban berlebih.

Di lapangan, tantangan bertambah dengan akses ke sejumlah wilayah yang masih terputus, lanjutnya pengiriman material dan peralatan harus menyesuaikan kondisi jalan, cuaca, dan jalur alternatif yang tersedia.

Situasi ini menjadikan koordinasi teknis dan logistik sebagai faktor kunci keberhasilan pemulihan.

Wakil Dekan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala itu menyatakan karakter kerusakan yang tersebar dan sistem yang masih sensitif memang menuntut pendekatan bertahap guna menjaga stabilitas wilayah yang sudah menyala, sambil memberikan ruang untuk memulihkan titik lain sesuai kesiapan teknisnya.

Ia berharap akses ke wilayah terdampak segera terbuka sepenuhnya sehingga penanganan teknis dapat dipercepat dan sinkronisasi sistem dapat dilakukan lebih luas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Ekonomi
Upaya Percepatan Pemulihan ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.