Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Status Gunung Talang Naik Jadi Waspada, Badan Geologi Keluarkan Dua Rekomendasi

📅 Rabu, 10 Des 2025, 19:42 WIB | Oleh:
Status Gunung Talang Naik Jadi Waspada, Badan Geologi Keluarkan Dua Rekomendasi Doc: Antara
Ket. Seorang petugas mengamati aktivitas Gunung Talang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

KOTA PADANG, SUMATERA BARAT - Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status Gunung Talang di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada).

"Berdasarkan pengamatan visual dan aktivitas kegempaan sampai 10 Desember 2025, maka tingkat aktivitas Gunung Talang dinaikkan dari Level I (Normal) ke Level II (Waspada)," kata Pelaksana Tugas (Plt) Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Padang, Rabu (10/12).

Dengan naiknya status gunung api tersebut Badan Geologi mengeluarkan dua rekomendasi. Pertama, melarang masyarakat di sekitar Gunung Talang, pengunjung atau wisatawan mendekati dan bermalam di sekitar kawah gunung dalam radius dua kilometer.

Kedua, kata dia, masyarakat di sekitar Gunung Talang dan pengunjung atau wisatawan diminta mewaspadai potensi longsor di kawasan Kawah Selatan gunung tersebut. Badan Geologi akan terus memantau tingkat aktivitas Gunung Talang termasuk menginformasikan jika terdapat perubahan visual maupun kegempaan yang signifikan.

Ia mengatakan, pada 10 Desember 2025 pukul 02.48 WIB terjadi gempa bumi tektonik magnitudo 4.7 pada kedalaman 10 kilometer dengan jarak 18 kilometer dari Kota Solok. Pascakejadian lindu tersebut hingga pukul 09.00 WIB terekam gempa vulkanik tektonik sebanyak 227 kali kejadian.

Selama 2025, Badan Geologi mencatat pemunculan swarm sebanyak empat kali yaitu pada 8 April, 25 Juli, 23 September dan 9 Oktober. Sebaran episenter swam gempa vulkanik tektonik memperlihatkan periode 23 September lebih menkluster di area kawah daripada periode 8 April dan 25 Juli.

Demikian pula dengan kedalaman swarm gempa vulkanik tektonik periode 23 September lebih dangkal dari periode 8 April dan 25 Juli 2025.

Pemunculan gempa ini mengindikasikan adanya migrasi atau perpindahan magma dari kantong magma dalam ke arah permukaan. Sedangkan pemunculan fenomena swarm vulkanik tektonik adalah indikator akan ketidakstabilan kondisi vulkanik yang terkadang diikuti oleh erupsi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.