Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Uni Eropa Usut Google: Diduga Pakai Konten Online Secara Ilegal

📅 Selasa, 09 Des 2025, 18:45 WIB | Oleh:
Uni Eropa Usut Google: Diduga Pakai Konten Online Secara Ilegal Doc: Reuters
Ket. Uni Eropa luncurkan penyelidikan antimonopoli terhadap penggunaan data Google untuk AI

JAKARTA - Uni Eropa secara resmi meluncurkan penyelidikan terhadap Google atas dugaan pelanggaran aturan persaingan global. Investigasi ini berfokus pada tudingan bahwa Google menggunakan konten dari media daring dan video-platform tanpa izin untuk melatih layanan kecerdasan buatannya. 

Komisi persaingan UE mengatakan bahwa mereka tengah menilai apakah Google memanfaatkan konten publik dari situs penerbit berita dan YouTube secara tidak adil. Dugaan ini mencakup ketidakadilan terhadap pembuat konten, dan potensi memperkuat dominasi Google atas para kompetitor AI lainnya. 

Penyelidikan ini mempertimbangkan dua isu utama. Pertama, apakah Google memonetisasi secara langsung data dari kreator tanpa kompensasi; dan kedua, apakah pihak lain dibatasi untuk memanfaatkan konten yang sama akibat kebijakan hak cipta dan akses milik Google. 

"AI membawa inovasi besar, tapi kemajuan itu tidak bisa dibayar dengan melecehkan prinsip demokrasi dan keragaman media," kata juru bicara perdangangan kompetisi UE dalam pernyataannya. 

Komisi Eropa mengatakan penyelidikan akan menyelidiki kekhawatiran bahwa raksasa teknologi AS itu mungkin mendistorsi persaingan dengan memaksakan persyaratan dan ketentuan yang tidak adil pada penerbit dan pembuat konten, atau dengan memberikan dirinya akses istimewa ke hasil karya mereka.

Sebelumnya, Google sudah pernah dikenai denda besar karena pelanggaran regulasi pasar digital. Kali ini, bila terbukti melanggar, sanksi bisa jauh lebih berat termasuk potensi denda besar, atau perintah untuk mengubah cara layanan AI mereka beroperasi. 

Kelompok pembuat konten di Eropa sampai saat ini belum bisa memilih keluar dari pelatihan AI tersebut, padahal konten mereka dipakai sebagai "bahan bakar" model generatif. Paralel dengan penyelidikan ini, banyak kreator mendesak agar ada transparansi dan kompensasi yang adil. 

Sampai kini Google belum keluarkan pernyataan resmi terkait penyelidikan. Regulasi ini jadi tolak ukur penting: apakah perkembangan cepat AI akan dihadapkan pada batas hukum dan etika atau tetap dibolehkan melewati konten kreator tanpa imbal balik.

Potensi dampaknya besar: kalau UE memenangi kasus ini, sebagai efek jera bisa muncul regulasi global yang memaksa platform AI menghargai hak cipta dan memberi kompensasi bagi pemilik konten.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Gunung Semeru Erupsi dengan...
Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.