Turki Bidik Peningkatan Kerja Sama Perdagangan dengan Indonesia
📅 Selasa, 09 Des 2025, 23:36 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP/YASIN AKGUL
JAKARTA - Duta Besar Turki untuk Indonesia Talip Kucukcan menyatakan bahwa negaranya ingin meningkatkan kerja sama bilateral dan perdagangan dengan Indonesia.
"Kita harus semakin banyak berinvestasi dalam perdagangan. Kita harus berinvestasi dalam lebih banyak kerja sama bilateral," kata Kucukcan dalam wawancara dengan ANTARA di Jakarta, Senin (9/12).
Dia menilai peningkatan kerja sama bilateral perlu dilakukan mengingat hubungan kedua negara yang semakin erat dan strategis yang ditandai dengan saling melakukan kunjungan kenegaraan oleh kedua pemimpin tahun ini.
"Karena ketika kunjungan bilateral ini terjadi pada 2025, dua pemimpin bertemu dua kali. Ini cukup tidak biasa, cukup luar biasa," kata Kucukcan.
Kedua pemimpin juga bertemu dalam pertemuan di PBB dan Organisasi Konferensi Islam (OKI). Dalam pertemuan-pertemuan itu, keduanya berhasil mencapai 18 kesepakatan bersama.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jadi, ini juga sesuatu yang sangat, menurut saya, unik dalam sejarah kita, terutama dalam sejarah baru-baru ini," imbuh Kucukcan.
Oleh karena itu, kata dia, Turki ingin fokus pada beberapa bidang kerja sama bilateral, terutama pertahanan, yang menjadi prioritas utama hubungan strategis kedua negara.
Salah satu tujuan dari perjanjian yang disepakati di bidang pertahanan, kata Kucukcan, adalah untuk alih teknologi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saat ini, beberapa perusahaan kami sedang bekerja sama. Kami sedang melatih para insinyur Indonesia di Turki," katanya.
Di bidang pendidikan, Kucukcan mengatakan dirinya telah bertemu dengan menteri-menteri terkait dan telah mulai membentuk komite di kedua pihak.
"Misalnya, sekarang Menteri Pendidikan Tinggi, (Sains) dan Teknologi di sini, dan juga Menteri Pendidikan Tinggi (Turki), kami menyebutnya Dewan Pendidikan Tinggi, telah membentuk beberapa subkomite untuk menindaklanjuti semua isu (pendidikan)," kata dia.
Kucukcan menyebut pembentukan komite tersebut sebagai langkah penting untuk memajukan hubungan kedua negara di bidang pendidikan.
Dia menambahkan bahwa Turki juga memprioritaskan peningkatan kerja sama di bidang perdagangan, terutama untuk meningkatkan volume perdagangan kedua negara.
Saat ini, kata dia, volume perdagangan Indonesia-Turki mencapai sekitar 3 miliar dolar AS (sekitar Rp50 triliun). Melihat ukuran ekonomi kedua negara, dia menilai volume perdagangan kedua negara bisa lebih ditingkatkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!