Pemkab Batang Giatkan Normalisasi Saluran Cegah Banjir
Selasa, 09 Des 2025, 15:52 WIBBatang -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, menggiatkan normalisasi saluran sekunder seiring dengan meningkatnya intensitas curah hujan tinggi untuk mencegah banjir.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batang Endro Suryono di Batang, Selasa, mengatakan pihaknya mengerahkan 88 orang melakukan normalisasi saluran sekunder di sepanjang Jalan Ahmad Yani Batang yang berpotensi banjir.
"Pekerjaan ini ditargetkan berlangsung selama tiga hari ke depan untuk mengurangi potensi banjir di kawasan pusat kota. Normalisasi dilakukan mulai dari Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Yos Sudarso, dan RE Martadinata," katanya.
Menurut dia, pengerjaan normalisasi saluran ini dilakukan dengan dua tahap utama yaitu pengangkatan sampah dan pembersihan sisa sedimen, serta evaluasi harian untuk mengidentifikasi hambatan di lapangan.
Normalisasi saluran sekunder ini melibatkan beberapa pihak seperti petugas Dinas PUPR, Dinas PRKPP (Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan), Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim), BPBD, Dinas Pusdataru (Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang) Provinsi, lima UPTD, hingga Dinas Lingkungan Hidup, sekitar 88 orang.
"Dari lima UPTD minimal masing-masing mengirim 10 orang, ditambah delapan orang dari Pusdataru, dan personel BPBD, Disperkim, serta Dinas Lingkungan Hidup," katanya.
Pihaknya menemukan dua kendala yang dihadapi yaitu tumpukan sampah serta sedimentasi tebal di sejumlah titik terutama di bawah jembatan.
Selain itu, kata dia, seluruh bangunan jembatan mulai dari Jalan Ahmad Yani hingga Yos Sudarso dinyatakan tidak memiliki izin oleh Pusdataru.
"Semua jembatan itu tidak berizin. Ini menjadi pekerjaan rumah yang sedang perlu kami tindak lanjuti. Kami sudah menyurati Pusdataru untuk mengeluarkan surat peringatan ketiga terutama di Jalan Yos Sudarso," katanya.
Endro mengatakan kegiatan normalisasi sungai ini merupakan bagian dari upaya mitigasi banjir yang dilakukan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng), dengan salah satu langkah kolaborasi adalah pengaturan pintu air di daerah Kramat yang dikelola Balai Pemali Comal.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran agar upaya penanganan banjir dapat berjalan optimal," katanya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Tahura Djuanda Bandung Hadirkan Alternatif Wisata Alam dan Edukasi saat Lebaran
-
Perbaikan Tanggul yang Kritis Secara Permanen untuk Cegah Banjir
-
DNA Eropa Madrid Kembali Berbicara, Vinicius Tegaskan “Semua Berubah” di Liga Champions
-
Eddy Soeparno Berikan Beasiswa Untuk Lulusan Terbaik Unpatti: Keberhasilannya Menginspirasi
-
200 Pohon Tua di Pondok Indah Diremajakan, Pemprov DKI Tanam Tabebuya Pengganti
-
Banjir di Cibeber Perjalanan KA Siliwangi Dihentikan Sementara
-
Revitalisasi Saluran Air di Batu Ampar untuk Mencegah Banjir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.