DNA Eropa Madrid Kembali Berbicara, Vinicius Tegaskan “Semua Berubah” di Liga Champions

Kamis, 19 Mar 2026, 02:45 WIB

MANCHESTER, INGGRIS — Vinicius Junior kembali menjadi simbol kebangkitan Real Madrid di panggung Liga Champions. Dua golnya memastikan langkah Los Blancos ke perempat final usai menyingkirkan Manchester City dengan agregat telak 5-1.

Keunggulan Madrid sejatinya sudah dibangun sejak leg pertama di Santiago Bernabeu dengan kemenangan 3-0. Namun, kemenangan kembali di kandang City menegaskan dominasi tim ibu kota Spanyol atas tim asuhan Pep Guardiola, yang kini tersingkir empat kali dalam lima musim terakhir oleh lawan yang sama.

Ket. Foto: Vinicius Junior. — Sumber: AFP

Menariknya, Madrid memasuki duel ini dengan status tidak diunggulkan setelah performa kurang meyakinkan di awal musim. Situasi tersebut bahkan memicu pergantian pelatih dari Alvaro Arbeloa ke Xabi Alonso pada Januari lalu.

Namun seperti yang kerap terjadi, Liga Champions menghadirkan wajah berbeda bagi Madrid.

“Ketika kami bermain di kompetisi ini, semuanya berubah,” ujar Vinicius. “Suporter berubah, pemain berubah, dan kami tahu momen besar akan datang.”

Pertandingan leg kedua praktis ditentukan sejak awal. Pada menit ke-20, kapten City Bernardo Silva menerima kartu merah setelah menghalau bola dengan tangan di garis gawang. Vinicius yang maju sebagai eksekutor tak menyia-nyiakan peluang tersebut.

Meski Erling Haaland sempat menyamakan kedudukan, Madrid tetap tampil lebih efektif. Vinicius kemudian memastikan kemenangan lewat gol kedua di masa injury time.

“Ini kemenangan penting untuk kepercayaan diri kami,” kata Vinicius. “Kami menghadapi tim hebat dengan pelatih luar biasa, tapi kami tahu bagaimana bekerja dan memanfaatkan peluang.”

Keberhasilan ini kembali menegaskan reputasi Madrid sebagai “raja Eropa” yang selalu menemukan cara untuk bangkit di momen krusial.

Di babak selanjutnya, tantangan berat sudah menanti. Bayern Munich berpotensi menjadi lawan di perempat final, sementara juara bertahan Paris Saint-Germain bisa menghadang di semifinal.

Namun bagi Madrid, sejarah telah berulang kali membuktikan, Liga Champions bukan sekadar kompetisi, melainkan panggung di mana identitas mereka mencapai bentuk terbaiknya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.