MBG Bakal Sasar 36 Ribu Kaum Disabilitas
📅 Selasa, 09 Des 2025, 03:03 WIB | Oleh: Tim PenulisMenurut Edy, saat ini suplai bahan baku MBG masih belum seimbang dengan kebutuhan SPPG yang terus meningkat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya koordinasi antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan pemerintah daerah.
“BGN yang tahu kebutuhan SPPG, sementara pemerintah daerah tahu kapasitas suplai di wilayahnya. Keduanya harus duduk bersama memetakan sumber bahan baku dan menghubungkannya langsung dengan SPPG,” ucapnya.
Edy juga menyoroti peran krusial ahli gizi dalam memastikan keamanan dan kualitas makanan. “Ahli gizi adalah satu-satunya tenaga kesehatan dengan kompetensi penuh dalam penyelenggaraan makanan bergizi. Mereka punya STR dari konsil dan izin praktik dari pemerintah. Karena itu, yang bertanggung jawab terhadap keamanan dan kesehatan makanan di SPPG adalah ahli gizi,” ujarnya.
Edy berharap norma baru dalam tata kelola MBG dapat memperkuat implementasi program, terutama di daerah terpencil, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Ant/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!