Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Konflik PBNU: Kiai-Nyai Muda NU Desak Rekonsiliasi lewat Musyawarah Terbuka

📅 Selasa, 09 Des 2025, 12:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Konflik PBNU: Kiai-Nyai Muda NU Desak Rekonsiliasi lewat Musyawarah Terbuka Doc: ANTARA
Ket. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (tengah) dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (3/12/2025).

JAKARTA – Forum Kiai Nyai Muda Nahdlatul Ulama (FKNM NU) mendesak pentingnya penyelesaian persoalan organisasi atau rekonsiliasi secara musyawarah terbuka agar NU tetap berada pada rel aturan dan khidmah kemasyarakatan.

FKNM NU menilai dinamika Pengurus Besar NU (PBNU) belakangan ini perlu respons yang jernih dan langkah terukur, agar tidak mengganggu kerja-kerja jamiyah di daerah. Musyawarah dinilai menjadi tradisi NU yang bukan hanya meredam konflik, tetapi juga memastikan penyelesaian berjalan sesuai amanah muktamar.

“NU membutuhkan ruang yang tenang. Konflik internal harus diselesaikan melalui musyawarah. Suara kami mungkin lirih, tetapi menjadi bagian dari tinta peradaban NU,” ujar Koordinator FKNM NU sekaligus Pengasuh Ponpes al-Aziz Lasem Nyai Fatimah Asri Mutmainah di Jakarta, Selasa (09/12).

Ia menegaskan selama ini kiai dan nyai muda tidak memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, sehingga forum ini menjadi wadah resmi untuk bersuara.

Sejumlah pengasuh pesantren yang bergabung dalam forum ini antara lain K.H. Ahmed Shoim El Amin (PP Ihya Ulumaddin, Cilacap), Agus H. Ahmad Kafabihi Mahrus (PP Lirboyo, Kediri), K.H. Faiz Makki (PP Nurul Jadid, Paiton), serta para nyai muda seperti Dr. Hj. Iffatul Umniati Ismail (Sampang) dan Dr. Hj. Maya Fitria (PP Krapyak, Yogyakarta).

Anggota FKNM NU dari Jakarta Dr. KH. Rifqi Muhammad Fatkhi menyebut Muktamar mendatang harus dijadikan momentum penataan ulang tata kelola jamiyah.

“Muktamar harus menjadi ruang perbaikan dan penyempurnaan tata kelola. Pengurus di semua tingkatan juga wajib menjaga maruah NU,” kata dia.

FKNM NU berharap seluruh pihak menahan diri dari tindakan yang memperkeruh suasana serta mendorong warga NU untuk ikut mendoakan para pemimpin jamiyah agar diberi kebijaksanaan dalam mengambil keputusan terbaik bagi NU.

Forum menyatakan siap mendukung langkah yang menegakkan aturan dan memperkuat struktur organisasi.

“Sikap ini diambil semata-mata demi merawat jamiyah. NU harus terus melanjutkan khidmah bagi umat dan bangsa,” kata Nyai Fatimah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.