Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Drama Myawaddy Berakhir: Puluhan WNI Korban Penipuan Digital Akhirnya Dipulangkan!

📅 Selasa, 09 Des 2025, 02:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Drama Myawaddy Berakhir: Puluhan WNI Korban Penipuan Digital Akhirnya Dipulangkan! Doc: ANTARA/HO-Kemlu RI
Ket. SItuasi pemulangan 26 warga negara Indonesia (WNI), yang keluar dari perusahaan pelaku penipuan daring (online scam) Myanmar, di Jakarta.

JAKARTA – Pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang terjaring operasi online scam Myanmar menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pencegahan dan penanganan agar WNI tidak lagi terjerat dalam aktivitas kriminal transnasional yang memanfaatkan celah pengawasan lintas negara.

Kedutaan Besar RI (KBRI) di Yangon mengatakan 56 warga negara Indonesia (WNI) yang terjaring operasi terhadap penipuan daring (online scam) dan judi daring (online gambling) di Myawaddy, Myanmar, menjalani proses pemulangan ke tanah air. "Mereka telah mulai dipindahkan pada hari ini menuju Mae Sot, Thailand, sebagai tahap awal proses pemulangan ke Indonesia," demikian pernyataan KBRI Yangon dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/12).

Setelah tiba di Mae Sot, para WNI itu, yang diamankan dari sentra penipuan daring KK Park dan Shwe Kokko, dijadwalkan terbang ke Indonesia pada 9 Desember dari Bangkok dengan penerbangan komersial. Pemindahan mereka ke Thailand menandai tahap pertama dari proses pemulangan sekitar 300 WNI yang berada dalam pengawasan otoritas Myanmar usai terjaring operasi penipuan dan judi daring sejak Oktober.

Sebelum dipulangkan, mereka telah menjalani pendataan, verifikasi identitas, perekaman biometrik, dan pemeriksaan kesehatan. Pemindahan kali ini adalah hasil dari negosiasi panjang dengan otoritas Myanmar dan dukungan teknis dari KBRI Bangkok untuk proses lintas perbatasan dan penerbangan, menurut KBRI Yangon.

Pemerintah Myanmar memberikan pengawalan ketat mengingat situasi keamanan di Myawaddy yang dinamis dan tidak menentu. Sementara itu, KBRI Yangon terus memantau pergerakan konvoi dan berkoordinasi erat dengan KBRI Bangkok untuk memastikan kelancaran pemulangan.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat lebih dari 10.000 kasus penipuan daring yang melibatkan WNI sejak 2020. Menurut Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha, tidak semua kasus itu melibatkan WNI yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Ada pula yang secara sukarela bekerja pada sindikat penipuan daring. Ant/E-10

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Skabies Menyerang Warga Bin...
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.