Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Kota Singkawang Perkuat Infrastruktur Pertanian Lewat Pembangunan JIAT

📅 Minggu, 07 Des 2025, 10:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Kota Singkawang Perkuat Infrastruktur Pertanian Lewat Pembangunan JIAT Doc: Antara Foto
Ket. Peninjauan pembangunan jaringan irigasi air tanah di Singkawang, Kalimantan Barat.

Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, memperkuat infrastruktur bidang pertanian melalui pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di sejumlah wilayah daerah setempat.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie meninjau langsung progres pengerjaan JIAT di Kelurahan Naram Kecamatan Singkawang Utara sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali lahan pertanian yang sempat tidak produktif akibat intrusi air laut.

"Pembangunan JIAT ini bersumber dari dana APBN Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Kementerian PUPR tersebut ditujukan untuk meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian yang telah vakum sekitar tiga tahun," ujar Wali Kota di Singkawang, Sabtu (6/12).

Selain infrastruktur JIAT, pemerintah turut melakukan normalisasi aliran sungai dan perbaikan sistem irigasi di sekitarnya, sehingga total sekitar 15 hektare lahan ditargetkan kembali produktif.

“Semoga ini memberikan manfaat yang besar kepada para petani di sini,” kata Tjhai Chui Mie.

JIAT direncanakan dibangun di 14 titik di Kota Singkawang. Namun, hingga akhir tahun ini, pembangunan baru dapat direalisasikan di sekitar 10 titik karena sejumlah kendala teknis, seperti lokasi yang tidak memiliki sumber air tanah dan keterbatasan waktu pengerjaan.

Meski demikian, pemerintah memastikan pembangunan terus dilanjutkan sebagai salah satu prioritas penguatan sektor pertanian.

Adapun normalisasi sungai di kawasan Jalan Gunung Kaba didanai melalui APBD Provinsi Kalimantan Barat. Selain meningkatkan keandalan irigasi pertanian, kegiatan ini juga menjadi langkah pencegahan banjir di kawasan tersebut.

Dia menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan infrastruktur pertanian sebagai langkah strategis meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan daerah

Dalam peninjauan itu, Wali Kota turut berdialog dengan para petani yang tengah beraktivitas. Seorang petani, Rusmini menyampaikan keluhan terkait dampak intrusi air laut terhadap tanaman padi.

“Pupuk juga mahal, Rp140 ribu sekarung. Kalau bisa minta tolong pupuk dimurahkan, air laut dibikin ndak masuk, sama jalan di sini dibetulkan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan apresiasi atas kehadiran Wali Kota yang datang mendengar langsung persoalan di lapangan.

“Makasih banyak sudah dengarkan kesusahan kami.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Tiongkok Luncurkan Satelit ...
Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.