Percepatan Besar-besaran! Kementan dan Sulteng Kebut Ekspansi Lahan Demi Perkuat Pangan Nasional
📅 Selasa, 02 Des 2025, 18:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Basri Marzuki
JAKARTA – Optimalisasi lahan menjadi strategi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tekanan perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan pertumbuhan populasi.
Pendekatan ini tidak hanya menekankan perluasan areal tanam, tetapi juga peningkatan produktivitas melalui teknologi budidaya presisi, varietas unggul, dan manajemen air yang lebih efisien.
Integrasi lahan tidur, pemetaan berbasis digital, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah membuat potensi produksi dapat dimaksimalkan tanpa perlu ekspansi besar-besaran.
Dengan pengelolaan lahan yang lebih cerdas dan berkelanjutan, Indonesia dapat memperkuat cadangan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara lebih merata dan berdaya saing.
Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengakselerasi lahan pertanian untuk memacu ketahanan pangan nasional, mengingat di wilayah tersebut masih terdapat ribuan hektare lahan yang perlu dioptimalkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kesepakatan itu muncul usai audiensi antara Direktur Jenderal (Dirjen) Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementan Hermanto dan Gubernur Sulteng Anwar Hafid.
Dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Selasa (2/12), Hermanto menjelaskan Sulteng memiliki potensi besar untuk perluasan lahan produksi karena kondisi wilayah yang relatif mudah dikerjakan dan tidak didominasi rawa dalam.
Dia menyampaikan kesiapan Kementan untuk mendukung pembukaan lahan baru dan program cetak sawah di lokasi-lokasi yang diusulkan pemerintah daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami siap memverifikasi dan membantu daerah menyiapkan lahan yang benar-benar layak, bersih dari masalah perizinan dan siap dikembangkan untuk kepentingan masyarakat," ujarnya.
Dirjen LIP juga menyampaikan bahwa sejumlah kawasan di Sulteng, termasuk wilayah Parigi dan Sigi, memiliki potensi ribuan hektare yang dapat dioptimalkan sebagai lahan produktif.
Bahkan, terdapat lahan milik negara seluas 500 hektare di kawasan Katulistiwa Parigi yang dapat dikembangkan untuk mendukung produksi pertanian jika memenuhi syarat teknis.
Ia menegaskan seluruh proses akan dilakukan secara bertahap, terukur, dan berorientasi pada manfaat jangka panjang bagi petani.
Sementara itu, Gubernur Anwar Hafid menegaskan komitmen Pemprov Sulteng untuk mendorong pembukaan lahan pertanian produktif yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Ia menjelaskan pembukaan sawah baru bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari upaya besar menghadirkan lapangan kerja, memperkuat pasokan pangan, dan mengoptimalkan lahan tidur agar benar-benar bermanfaat bagi warga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!