Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ilmuwan Sebut Berciuman Sudah Ada Setidaknya Selama 16 Juta Tahun

📅 Selasa, 02 Des 2025, 00:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ilmuwan Sebut Berciuman Sudah Ada Setidaknya Selama 16 Juta Tahun Doc: Istimewa

LONDON - Ternyata ciuman sudah ada sejak dahulu kala. Para ilmuwan Inggris mengatakan mereka telah melacak usia ciuman ini hingga 16 juta hingga 21 juta tahun yang lalu, dan menemukan bahwa ciuman ini jauh lebih umum di antara spesies lain daripada yang dipahami sebelumnya.

Semut? Mereka berciuman. Ikan? Pencium. Neanderthal? Ya, mereka juga mengerucutkan bibir terkadang bahkan pada kita.

Namun, menurut para peneliti, berciuman selalu menjadi semacam misteri evolusi. Berciuman tidak memberikan banyak manfaat bagi kelangsungan hidup, manfaat reproduksinya minimal, dan sebagian besar bersifat simbolis.

"Berciuman adalah perilaku yang sangat menarik," kata Dr Matilda Brindle, ahli biologi evolusi di Universitas Oxford yang memimpin penelitian tersebut. Puluhan masyarakat dan budaya menggunakannya, hal ini umum, dan memiliki simbolisme yang berbobot. Namun, kata dia, kami belum benar-benar mengujinya dari perspektif evolusi.

Pada masa prasejarah, berciuman tampaknya menjadi asal mula primitif pencarian kita akan hubungan intim. Tindakan ini pada dasarnya membutuhkan kerentanan dan kepercayaan. Berciuman tidak selalu bersifat seksual dan sering dilakukan di antara dan antar gender hanya untuk menunjukkan kasih sayang, dan seringkali antara orang tua dan anak.

Meskipun para peneliti menemukan bukti berciuman pada beberapa spesies, mereka mempersempit fokus penelitian sebagian besar pada perilaku kera besar, seperti gorila, orang utan, dan babun.

Namun, praktik ini yang meluas mengejutkan Dr. Brindle. Ia mengatakan ia menduga adanya contoh ciuman di antara kera dan manusia, tetapi terkejut melihat perilaku lembut yang juga dilakukan oleh serangga, albatros, dan beruang kutub.

“Entah kenapa, saya tidak menyangka sebanyak ini di antara mereka yang berciuman,” kata Dr. Brindle.

Di antara kelompok penelitian mereka terdapat Neanderthal, yang, terlepas dari perbedaan mereka, berbagi mikroba dengan manusia modern. Hal ini membuka kemungkinan, menurut penelitian tersebut, bahwa keduanya bertukar ludah di masa lalu yang tidak terlalu jauh.

Dr Brindle mengatakan ia berharap penelitian ini dapat menjadi dasar bagi penelitian lebih lanjut tentang berciuman, dan menentukan sebagaimana dicatat dalam penelitian itu sendiri, apakah berciuman lebih dari sekadar hobi yang disukai aktris Ingrid Bergman misalnya.

Ia berharap ilmuwan lain mungkin mulai mencatat pengamatan mereka terhadap perilaku ini saat berada di lapangan.

"Jika kita punya lebih banyak data tentang hal ini," ujar dia, "Maka kita bisa mulai mengungkap potensi manfaat adaptif dari berciuman." ST/NYTimes/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Nasional
MTQ Nasional XXXI Dibuka, M...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.