Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepri International Art & Culture Sumbang Rp8 Miliar: Bukti Budaya Bukan Sekadar Panggung!

📅 Senin, 01 Des 2025, 17:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kepri International Art & Culture Sumbang Rp8 Miliar: Bukti Budaya Bukan Sekadar Panggung! Doc: ANTARA/ Ogen
Ket. Pertunjukan seni tari pada event Kepri Internasional Art & Culture 2025 di depan gedung LAM Kepri, Kota Tanjungpinang, Jumat (28/11/2025).

TANJUNGPINANG – Agenda budaya memiliki peran strategis dalam mendorong perputaran ekonomi daerah karena mampu menarik arus wisatawan, menggerakkan sektor UMKM, serta memperluas pasar bagi produk lokal.

Selain menjadi ajang pelestarian identitas dan kreativitas masyarakat, kegiatan budaya menciptakan multiplier effect yang kuat—mulai dari peningkatan okupansi hotel, konsumsi kuliner, transportasi, hingga industri kreatif.

Ketika dikemas secara profesional dan berkelanjutan, agenda budaya dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat citra destinasi, dan membuka peluang investasi baru.

Dengan demikian, budaya bukan sekadar aset simbolis, tetapi juga instrumen ekonomi yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mencatat perputaran ekonomi pada event Kepri International Art & Culture 2025 mencapai Rp8 miliar selama lima hari digelar di kawasan Gurindam 12 Kota Tanjungpinang.

“Sebanyak 280 UMKM berpartisipasi, dan rata-rata pendapatan kotor mereka sekitar Rp3,5 juta per hari. Perputaran uang mencapai Rp8 miliar,” kata Ketua Panitia sekaligus Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan di Tanjungpinang, Senin (1/12).

Hasan mengatakan kegiatan yang berlangsung sejak 25 hingga 29 November 2025 itu, telah menjadi magnet bagi warga lokal maupun wisatawan dalam hingga luar negeri. Antusiasme publik terlihat dari padatnya lokasi acara sejak sore hingga malam sepanjang penyelenggaraan festival.

Festival tersebut, menurut dia, tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, tapi juga menjadi penggerak ekonomi kreatif lokal bagi pelaku seni hingga UMKM Tanjungpinang.

“Total ada 1.200 orang yang terlibat dalam berbagai pentas seni, dengan melibatkan 71 sanggar dari seluruh Kepri,” ujar Hasan.

Selain itu, kata Hasan, animo pengunjung dalam pergelaran perdana Kepri International Art & Culture 2025 melampaui ekspektasi. Kunjungan masyarakat selama lima hari mencapai 170.000 orang.

"Ini menunjukkan betapa besar minat publik terhadap festival budaya bertaraf internasional seperti ini,” katanya pula.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan kehadiran masyarakat dan wisatawan dalam agenda International Art & Culture selama lima hari penuh itu membuktikan bahwa Kepri adalah rumah besar bagi keberagaman budaya dunia.

Ia berharap festival internasional tersebut dapat memberikan dampak positif bagi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah sekaligus memperkenalkan Kepri sebagai pusat budaya maritim dan persinggahan berbagai bangsa.

Festival ini akan terus kita perbesar agar menjadi agenda unggulan internasional setiap tahun,” kata Ansar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.